Peristiwa oposisi Jupiter pertengahan Januari ini cocok untuk pengamatan dengan teleskop kecil.
4. NGC 2403 (15 Januari 2026)
NGC 2403 akan berada di posisi paling jelas pada langit malam. Galaksi spiral ini mencapai titik tertinggi di langit sekitar tengah malam pada hari tersebut.
Takkan pernah terbit lebih dari 18 derajat di atas cakrawala membuat NGC 2403 tak mudah diamati sebab posisinya amat jauh di utara. Objek ini pun cukup redup (magnitudo 8,9), sehingga hanya bisa dilihat dengan teropong atau teleskop.
5. Gerhana Matahari Cincin Api (17 Februari 2026)
Baca Juga:Disebut akan Rilis Januari 2026, Bagaimana Spesifikasi dan Fitur Infinix Note Edge?Persib vs Ratchaburi: Rekor Apik Maung Bandung Lawan Klub Thailand di ACL 2
Gerhana matahari cincin api akan menghasilkan efek yang menakjubkan ketika bulan menutupi mayoritas bagiannya. Meski cincin dapat dilihat dari Antartika saja, fase parsialnya bakal tampak dari sebagian wilayah Afrika Selatan dan Amerika Selatan.
6. Gerhana Bulan Total (3 Maret 2026)
Bulan purnama akan berubah menjadi berwarna merah tua di di Amerika Utara bagian barat, Asia Timur, Australia, dan Selandia Baru. Fenomena gerhana bulan total diperkirakan berlangsung selama hampir satu jam (60 menit).
7. Langit Ekuinoks (20 Maret 2026)
Fenomena langit Ekuinoks akan menyuguhkan keindahan aurora di langit malam pada Jumat 20 Maret 2026.
8. Fenomena 2 Bulan Purnama (31 Mei 2026)
Fenomena dua bulan Purnama biasanya berlangsung setiap 2-3 tahun sekali. Pada momen ini akan tampak pemandangan memukau dari penampakan bulan langka.
9. Peristiwa Utama Gerhana Matahari Total (12-13 Agustus 2026)
Sebagai peristiwa utama tahun 2026, gerhana matahari total akan melalui matahari total akan melintasi Greenland timur, Islandia, dan Spanyol pada 12 Agustus. Berselang beberapa jam, gantian puncak hujan meteor Perseid di langit yang gelap total melintasi wilayah-wilayah itu.
10. Gerhana Bulan Parsial (28 Agustus 2026)
Dalam fenomena astronomi ini, lebih dari 96 persen permukaan bulan bakal tenggelam dalam bayangan Bumi. Melintasi Amerika, Eropa, dan Afrika, gerhana bulan parsial akan jadi terlihat berwarna karat.
11. Hujan Meteor Leonids (17-18 November 2026)
Hujan Meteor Leonids adalah fenomena langit tahunan pada 6-30 November. Pada tahun depan, puncaknya akan terjadi pada malam 17-18 November.
12. Supermoon Terdekat (24 Desember 2026)
Baca Juga:Daftar Lengkap Game yang Rilis Januari 2026 Semua Platform, Ada Highguard dan Code Vein 2Liburan Seru Tanpa Ngemodal, Simak 6 Rekomendasi Wisata Gratis Favorit di Indonesia
Supermoon di penghujung tahun depan adalah bulan purnama paling dekat semenjak 2019. Kala terbit di langit timur, penampakan bulannya akan terlihat sangat besar dan juga bercahaya.
