JABAR EKSPRES – Libur Natal dan Tahun Baru di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diwarnai kemunculan puluhan cosplay pocong ber-QRIS yang beroperasi di jalan raya.
Keberadaan mereka dikeluhkan masyarakat, terutama pengendara, karena kerap turun ke badan jalan untuk meminta uang sehingga mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan lalu lintas.
Aksi para individu berkostum pocong tersebut banyak terlihat di sejumlah titik wisata yang padat kendaraan, seperti kawasan Floating Market Lembang hingga ruas Jalan Raya Lembang menuju Grand Hotel. Kondisi itu membuat sebagian pengendara terkejut, terutama saat melintas pada malam hari atau ketika arus lalu lintas sedang ramai.
Baca Juga:Sidang Lanjutan Gugatan Cerai Digelar, Atalia Praratya Hadir di Pengadilan Agama BandungPersib Diuji di Kediri, Laga Tandang Penentu Mental Juara Maung Bandung
Salah seorang pengendara mobil, Andi (34), mengaku kehadiran cosplay pocong di badan jalan membuat situasi berkendara menjadi tidak aman, terlebih saat ia membawa keluarga.
“Posisinya mereka berdiri di tengah jalan sambil mendekat ke kendaraan. Saya kaget, anak-anak di mobil juga takut. Ini jelas berbahaya,” ujar Andi, Rabu (31/12/2025).
Keluhan serupa disampaikan Rina (27), pengendara sepeda motor, yang mengaku nyaris terjatuh saat menghindari salah satu individu berkostum pocong yang tiba-tiba menyeberang jalan.
“Mereka tidak hanya di pinggir jalan, tapi benar-benar menghalangi. Kalau refleks mengerem mendadak, risikonya besar,” katanya.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap aktivitas individu berkostum pocong yang beroperasi di ruang publik selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Kepala Bidang Ketertiban dan Ketenteraman Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP KBB, Amir, mengatakan penertiban dilakukan untuk menjaga ketertiban umum serta keselamatan pengguna jalan di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Dalam patroli kawasan, kami menemukan puluhan orang berkostum pocong yang meminta uang kepada pengendara, bahkan turun ke badan jalan. Aktivitas ini sangat berisiko dan tidak bisa dibiarkan,” kata Amir.
Baca Juga:Dari Abon hingga Rendang, Produk Nasabah PNM Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di SumateraPersib Mantap Di Puncak Klasemen, Eliano Bicara Soal Dukungan Bobotoh
Ia menjelaskan, patroli kawasan dilaksanakan setiap hari sejak 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dengan fokus di kawasan wisata Lembang. Dari hasil kegiatan tersebut, petugas mendata sekitar 23 orang individu berkostum pocong.
