Gelombang Kedua Libur Nataru Berpotensi Padatkan Lembang

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat ditemui di Padalarang, Bandung Barat
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat ditemui di Padalarang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lonjakan arus kendaraan menuju kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diperkirakan kembali terjadi pada gelombang kedua libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Peningkatan volume lalu lintas diprediksi berlangsung mulai malam pergantian tahun hingga akhir pekan pertama Januari 2026.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cimahi mengantisipasi kenaikan jumlah kendaraan pada periode 31 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, seiring masih tingginya minat wisatawan berkunjung ke Lembang.

Baca Juga:Dari Abon hingga Rendang, Produk Nasabah PNM Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di SumateraPersib Diuji di Kediri, Laga Tandang Penentu Mental Juara Maung Bandung

“Kondisi tersebut diperkirakan menyamai bahkan berpotensi melampaui kepadatan pada puncak kunjungan gelombang pertama libur Nataru,” ujar Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, Rabu (31/12/2025).

Niko menjelaskan, meski arus lalu lintas sempat mengalami penurunan pada awal pekan setelah puncak libur Natal, peningkatan kembali diprediksi terjadi menjelang malam tahun baru hingga akhir pekan berikutnya. Karena itu, kepolisian menyiapkan langkah antisipatif sejak dini.

Untuk mengurai potensi kepadatan, jajaran kepolisian melakukan penebalan personel di sejumlah titik rawan kemacetan, seperti persimpangan jalan utama, akses masuk destinasi wisata, jalur alternatif, serta kawasan pusat perbelanjaan di Lembang.

“Jumlah personel yang disiagakan akan ditambah dari pengamanan sebelumnya, termasuk penguatan di pos-pos pengamanan dan pelayanan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan pada puncak gelombang pertama libur Nataru, tercatat lebih dari 15 ribu kendaraan memasuki kawasan Lembang melalui jalur arteri dan alternatif dalam satu hari.

“Angka tersebut menjadi acuan kepolisian dalam memprediksi lonjakan kedua yang diperkirakan tidak jauh berbeda,” tambahnya.

Polisi juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas situasional, termasuk penerapan sistem one way secara parsial apabila terjadi kepadatan di jalur-jalur utama.

Baca Juga:Persib Mantap Di Puncak Klasemen, Eliano Bicara Soal Dukungan BobotohTujuh Jabatan Camat di Bogor Masih Kosong, BKPSDM Petakan Lulusan IPDN

“Pengaturan lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan,” kata Niko.

Selain kepadatan kendaraan, kepolisian mengimbau wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur alternatif rawan kecelakaan.

Musim hujan yang masih berlangsung, kata dia, berpotensi memicu cuaca ekstrem dan meningkatkan risiko di sejumlah ruas jalan.

“Petugas kepolisian dipastikan tetap disiagakan di jalur-jalur alternatif untuk memberikan pengamanan dan membantu pengguna jalan selama periode libur panjang Nataru,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar