Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Lebih Hemat di 2025? Simak Hitungan Lengkapnya!

Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Lebih Hemat di 2025? Simak Hitungan Lengkapnya!
Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Lebih Hemat di 2025? Simak Hitungan Lengkapnya! (Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tren kendaraan listrik (EV) di Indonesia meledak sepanjang tahun 2025. Dengan semakin banyaknya model seperti BYD M6, Wuling Cloud EV, hingga pendatang baru lainnya.

Banyak dari kita mulai bertanya: “Beneran lebih hemat pakai mobil listrik, atau mending tetap setia sama mobil bensin (BBM)?”

Untuk menjawab keraguan Anda, mari kita bedah perbandingannya secara mendalam dari sisi biaya harian, perawatan, hingga pajak tahunan berdasarkan data terkini Desember 2025.

1. Perbandingan Biaya “Bahan Bakar” (Energi)

Baca Juga:Tutup Tahun dengan Euforia, AEON Mall Deltamas Undi Grand Prize Mobil Listrik hingga Liburan Kapal PesiarTelkomProperty Turut Aktif Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bagi Korban Bencana Di Sumatera

Poin utama yang paling terasa adalah biaya pengisian energi. Secara umum, mobil listrik jauh lebih efisien dalam mengonversi energi menjadi gerak.

Untuk menempuh jarak 10 km, rata-rata hanya butuh 1,2 hingga 1,5 kWh. Dengan tarif listrik rumah tangga nonsubsidi sekitar Rp1.352 – Rp1.500 per kWh, Anda hanya keluar uang sekitar Rp2.000.

Sementara mobil bensin, sekelas hatchback atau MPV rata-rata butuh 1 liter bensin (Pertalite/Pertamax) untuk 10–12 km. Dengan harga BBM di kisaran Rp10.000 – Rp13.000 per liter, biayanya jauh lebih tinggi.

Dari sisi biaya energi, mobil listrik bisa 80% lebih murah dibandingkan mobil bensin untuk jarak tempuh yang sama.

2. Biaya Servis dan Perawatan

Mobil bensin memiliki ratusan komponen bergerak di mesin (seperti busi, filter oli, timing belt, hingga sistem knalpot) yang butuh perawatan rutin. Sebaliknya, mobil listrik jauh lebih sederhana.

Mobil bensin harus melakukan perawatan dengan mengganti oli mesin, filter, busi, hingga transmisi, sedangkan mobil listrik yaitu baterai, motor listrik, modul pendingin.

Dengan berbagai perawatan tersebut, mobil bensin memiliki estimasi biaya tahun sebesar Rp6 hingga 10 juta, sedangkan mobil listrik hanya 3 hingga 4 jutaan saja.

Baca Juga:2 Pemain Persib Absen Hadapi PSM Makassar, Bojan Hodak Harus Putar OtakDirektur TI BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Digital Berkelanjutan di RS Primaya Sukabumi

Dalam jangka waktu 5 tahun, penghematan dari sisi servis saja bisa mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta.

3. Keuntungan Pajak di Tahun 2025

Pemerintah Indonesia masih memberikan karpet merah bagi pemilik kendaraan listrik. Di tahun 2025, insentif pajak menjadi pembeda paling mencolok.

PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dari mobil listrik mendapatkan pembebasan atau diskon besar, sehingga pajak tahunannya seringkali hanya di angka Rp400 ribu – Rp800 ribu.

0 Komentar