JABAR EKSPRES – Lonjakan aktivitas masyarakat serta meningkatnya arus wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 diperkirakan berdampak langsung terhadap peningkatan volume sampah di Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memprediksi produksi sampah akan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan hari normal.
Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyebutkan volume sampah berpotensi meningkat hingga sekitar 30 persen selama periode libur akhir tahun.
Baca Juga:Persib Mantap Di Puncak Klasemen, Eliano Bicara Soal Dukungan BobotohTujuh Jabatan Camat di Bogor Masih Kosong, BKPSDM Petakan Lulusan IPDN
Puncak lonjakan diperkirakan terjadi pada malam pergantian tahun, di mana produksi sampah harian bisa mencapai 1.800 ton.
“Setiap momentum Tahun Baru selalu ada lonjakan produksi sampah. Tahun ini kami perkirakan kenaikannya bisa sampai 30 persen dibandingkan hari biasa,” ujar Darto, Senin (29/12).
Menurut Darto, angka tersebut jauh di atas rata-rata produksi sampah harian Kota Bandung. Kondisi ini menuntut kesiapan ekstra, baik dari sisi pengangkutan maupun pengolahan sampah agar tidak terjadi penumpukan di kawasan permukiman, pusat keramaian, hingga destinasi wisata.
DLH memastikan armada pengangkut sampah tetap beroperasi secara maksimal selama masa libur Nataru. Hingga akhir Desember, pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti masih dalam kondisi relatif terkendali, dengan jadwal pengangkutan yang tetap berjalan normal.
“Kami menjaga agar ritme pengangkutan tetap stabil. Armada kami siagakan penuh untuk memastikan sampah dari seluruh wilayah kota bisa terangkut,” katanya.
Selain mengandalkan pengangkutan ke TPA Sarimukti, Pemkot Bandung juga memperkuat pengolahan sampah di dalam kota. Saat ini, kapasitas pengolahan lokal mencapai sekitar 325 ton per hari. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi tekanan pengiriman sampah ke TPA, khususnya selama puncak libur panjang.
Darto mengungkapkan, tantangan pengelolaan sampah saat Nataru bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga karakter sampah yang dihasilkan. Selama libur panjang, jenis sampah didominasi sisa makanan, kemasan sekali pakai, serta limbah dari aktivitas wisata dan hiburan malam tahun baru.
Baca Juga:Ridwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 TahunTersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut peran aktif masyarakat dan wisatawan untuk ikut menjaga kebersihan kota. Tanpa perubahan perilaku dan kesadaran bersama, upaya pemerintah akan sulit berjalan optimal.
