Indonesia Bakal Stop Impor Solar pada 2026?

Indonesia Bakal Stop Impor Solar pada 2026?
Ilustrasi petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) ke truk tangki di Fuel Terminal Tegal, Munjungagung, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (15/12/2025). (Foto: Antara)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia mengaku tengah berencana untuk menghentikan impor solar pada tahun 2026 nanti. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Minggu.

Bahlil optimis hal itu dapat direalisasikan. “Agenda kami pada tahun 2026 itu tidak ada impor solar lagi,” ujarnya, dikutip Senin (29/12/2025).

Politisi Partai Golkar itu meyakini Indonesia bakal bisa stop impor solar pada tahun 2026, lantaran pemerintah tengah menyiapkan proyek besar yang diklaim dapat memenuhi kebutuhan solar RI.

Baca Juga:Kemenkop: Seluruh Produk Lokal Harus Diserap Kopdes Merah PutihSPBU Swasta Krisis Pasokan, BBM Impor AS Masih Abu-Abu?

Menurutnya, jika Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur telah beroperasi, maka pasokan solar dalam negeri diperkirakan dapat mencukup kebutuhan.

Kendati begitu, kata dia, tidak menutup kemungkinan impor solar dilakukan kembali, jika pasokan dalam negeri belum siap. Itu dilakukan sementara agar ketersediaan energi nasional tidak terganggu.

“Tetapi tergantung dari Pertamina. Kalau katakanlah bulan Maret baru bisa, berarti Januari, Februari yang mungkin sedikit, mungkin sedikit yang bisa kita lagi exercise (memperhitungkan). Tapi itu pun lagi saya exercise ya,” kata Bahlil.

“Tapi kalau katakanlah Januari, Februari pun tidak perlu impor, tidak usah, untuk apa impor? Tapi kalau kebutuhan memang harus katakanlah kalau kita belum siap, ya kita daripada tidak ada,” sambung dia.

Kemudian, ia juga mengaku pihaknya siap untuk meningkatkan kualitas bahan bakar minyak atau BBM jenis solar yang diproduksi dalam negeri.

“Upayanya akan ke sana. Terus kita lakukan yang terbaik,” ujar Bahlil.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak akan lagi mengimpor solar mulai tahun 2026.

Baca Juga:Janji Siapkan Rp2 Triliun untuk Pembiayaan Ekspor Furnitur, Purbaya: Bunganya 6 PersenRencana Indonesia Impor Migas dari AS, Pakar: Integrasikan Sektor Hulu hingga Hilir 

Bahlil mengatakan hal itu dapat terwujud seiring beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dengan beroperasinya kilang tersebut, kata dia, produksi solar dalam negeri diharapkan dapat mencukupi kebutuhan nasional tanpa perlu impor.

Selain RDMP, pemerintah juga terus mendorong pengembangan program bahan bakar nabati melalui kebijakan biodiesel B50.

Dia mengatakan kombinasi antara produksi dari RDMP dan implementasi B50 diperkirakan dapat menciptakan kelebihan pasokan (oversupply) solar, sehingga Indonesia berpotensi mengekspor bahan bakar tersebut di masa mendatang.

0 Komentar