JABAR EKSPRES – Pascalongsor yang sempat melanda sebanyak dua kali di jalan nasional, tepatnya di Jalur Cadas Pangeran wilayah Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang dinilai masih belum aman.
Potensi bencana longsor di kawasan tersebut masih sangat memungkinkan terjadi. Hal itu dikarenakan adanya retakan tanah dari hasil pantauan petugas gabungan di lokasi.
Petugas gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sumedang, TNI, Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Baca Juga:Tingkatkan Roda Perekonomian, 50 Perusahaan Berminat Investasi Sebesar Rp240 Triliun Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata
Melalui hasil pemantauan di lokasi, petugas gabungan menemukan adanya retakan tanah di area mahkota longsor tebing, di kawasan Jalur Cadas Pangeran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Hendar mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim gabungan, pihaknya menemukan retakan tanah, dengan ukuran sekira satu jengkal orang dewasa yang membentang di area mahkota longsor.
“Di area mahkota longsor ada retakan tanah sejengkal. Retakan tersebut berpotensi menimbulkan longsor susulan,” katanya pada Minggu (28/12).
Hendar menerangkan, retakan tanah yang muncul di area tebing mahkota longsor Jalur Cadas Pangeran tersebut, berpotensi menimbulkan bencana susulan jika diguyur hujan deras.
“Ya, apabila hujan deras yang berdurasi lebih dari satu jam, berpotensi longsor susulan di lokasi tersebut,” terangnya.
Hendar menjelaskan, pihaknya telah melakukan upaya pengkajian cepat, serta berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk langkah percepatan penanganan longsor di kawasan pascalongsor.
“Penanganan jangka pendek, di mahkota longsor telah dipasangi terpal, dan dipasang cerucuk penahan tanah , serta pembuatan terasering,” jelasnya.
Baca Juga:Gencarkan Program Mudik Gratis Selama Nataru, Menhub: Perjalanan agar Lebih AmanKetimpangan Sosial di Jabar Masih Tinggi, Ini Jurus Pemda Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem
Menurut Hendar, upaya respons cepat tersebut dilakukan untuk stabilisasi lereng dan pengurangan risiko potensi longsor lanjutan.
“Tim Gabungan telah mendirikan Posko Darurat di Polsek Pamulihan, untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam di kawasan Cadas Pangeran. Mudah mudahan tidak terjadi apa-apa,” pungkasnya. (Bas)
