Okupansi Hotel di Bandung Barat Naik 40 Persen Selama Nataru

Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lonjakan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 berdampak langsung pada meningkatnya tingkat keterisian kamar hotel dan penginapan di Kabupaten Bandung Barat.

Peningkatan okupansi tersebut mulai terasa sejak pekan ketiga Desember 2025, bertepatan dengan dimulainya libur sekolah. Sejumlah pengelola hotel mencatat kenaikan pemesanan kamar secara bertahap, terutama di kawasan wisata Lembang.

General Manager Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang, Sapto Wahyudi, menyebut tingkat keterisian kamar mulai meningkat sejak 19 Desember 2025 dan terus mengalami kenaikan memasuki libur Natal.

Baca Juga:Tujuh Jabatan Camat di Bogor Masih Kosong, BKPSDM Petakan Lulusan IPDNRidwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 Tahun

“Okupansi sudah naik sejak libur sekolah. Saat libur Natal kemarin, kamar sempat terisi penuh dan tren pemesanan masih bergerak naik hingga menjelang malam pergantian tahun,” ujar Sapto saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, berdasarkan data reservasi awal, tingkat keterisian kamar untuk malam tahun baru memang belum sepenuhnya mencapai 100 persen. Namun, peluang pemesanan langsung dari wisatawan masih terbuka lebar.

“Biasanya pemesanan langsung cukup besar. Karena itu kami optimistis okupansi bisa penuh saat malam tahun baru,” katanya.

Selain berdampak pada tingkat hunian hotel, lonjakan wisatawan juga mendorong peningkatan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di kawasan TWGC. Kunjungan ke wahana outbound, kuliner, hingga Hutan Mycelia tercatat meningkat signifikan.

“Untuk kunjungan wisata, kenaikannya sekitar 30 hingga 35 persen dibanding hari libur akhir pekan biasa. Saat ini minat terbesar wisatawan masih ke Hutan Mycelia,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat mencatat tren positif terjadi hampir di seluruh wilayah. Dari total 307 hotel dan penginapan yang terdata, seluruhnya melaporkan adanya peningkatan tingkat keterisian kamar, meski dengan persentase yang bervariasi.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot, mengatakan kenaikan okupansi hotel dan penginapan berada di kisaran 10 hingga 40 persen selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Baca Juga:Tersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'

“Kami mencatat okupansi meningkat antara 10 sampai 40 persen. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah hingga masa liburan berakhir,” kata David.

“Kami memprediksi puncak okupansi akan terjadi menjelang malam pergantian tahun, seiring terus meningkatnya arus wisatawan yang berlibur ke Kabupaten Bandung Barat,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar