Menanggapi hal tersebut, Dony menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan santri korban keracunan ditanggung pemerintah, sehingga pihak keluarga maupun pesantren tidak dibebani biaya apa pun.
“Selain memastikan penanganan medis, saya juga mengingatkan pihak pesantren serta panitia kegiatan, agar lebih teliti dalam pengelolaan konsumsi pada setiap kegiatan, guna mencegah terulangnya kejadian serupa,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager Keperawatan RS Unpad, Yuli Wahyuni membenarkan, jika seluruh pembiayaan medis ditanggung oleh Pemda Sumedang.
Baca Juga:Tersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!Federico Barba Not For Sale: 'Ambil Julio Aja, Dibonusan Febri'
“Pembayaran ditanggung oleh Pemkab, memang di awal ada 2 orang pasien yang dibayar oleh pesantren,” ujarnya.
Yuli mengungkapkan, hal itu karena dari pihak pesantren memberikan kontak penanggung jawab untuk pembayaran kepada staff billing RS Unpad.
“Dan saat itu staff kami belum mendapatkan arahan mengenai pembayaran ditanggung Pemkab,” ungkapnya.
Mengenai pembayaran yang sudah dilakukan oleh pihak pesantren, disampaikan Yuli akan dikembalikan oleh RS Unpad.
“Kemarin juga dari pihak pesantren sudah dimintai nomor penanggung jawab untuk pengembaliannya,” tukas Yuli.(Bas)
