Solusi: Hitung kebutuhan modal secara realistis dan sesuaikan dengan kemampuan pembayaran bulanan. Pengajuan plafon yang masuk akal akan mempermudah proses analisis kredit dan meningkatkan peluang persetujuan.
5. Catatan Keuangan Usaha Tidak Tersusun Rapi
Bank Mandiri menilai kemampuan bayar pemohon melalui laporan keuangan usaha. Jika tidak ada pencatatan omzet dan pengeluaran, bank akan kesulitan menilai kelayakan kredit.
Solusi: Mulailah membuat pencatatan keuangan sederhana namun rutin. Catat pemasukan harian, biaya operasional, serta laba bersih. Catatan keuangan yang rapi menunjukkan keseriusan dalam mengelola usaha.
6. Kurang Memahami Prosedur Resmi KUR Mandiri
Baca Juga:Suporter Negara Ini Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026, Ini AlasannyaSebelum Dicarikan, Dokumen KUR BRI Ini Wajib Diteliti!
Sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan informasi tidak resmi atau perantara yang tidak jelas. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan prosedur dan berujung penolakan.
Solusi: Ajukan KUR Mandiri melalui jalur resmi, baik di kantor cabang maupun layanan digital Bank Mandiri. Perlu diingat, pengajuan KUR tidak dipungut biaya. Mengikuti prosedur resmi akan meminimalkan kesalahan administratif.
Penolakan pengajuan KUR Mandiri 2025 dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari dokumen tidak lengkap, usaha tidak aktif, riwayat kredit bermasalah, hingga pengajuan plafon yang tidak realistis. Namun, setiap kendala tersebut dapat diperbaiki.
Dengan mempersiapkan dokumen secara lengkap, memastikan usaha aktif, menjaga riwayat kredit, serta mengajukan pinjaman sesuai kemampuan, pelaku UMKM dapat meningkatkan peluang persetujuan KUR Mandiri secara signifikan.
