Dukung Ekonomi Mandiri, PMII Kabupaten Bandung Luncurkan Koperasi Alumni

Pertemuan PMII Kabupaten Bandung. (Dok humas)
Pertemuan PMII Kabupaten Bandung. (Dok humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – PMII Kabupaten Bandung membentuk koperasi sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi.

Koperasi itu diinisiasi dalam kegiatan menjelang usia ke-50 tahun PMII Cabang Kabupaten Bandung, Rabu (17/12). Koperasi tersebut jadi langkah strategis untuk memperkuat silaturahmi lintas generasi.

Koperasi yang diberi nama Mitra Sahabat Sejahtera dirancang bukan semata sebagai entitas bisnis, melainkan instrumen penguat solidaritas dan keberlanjutan bagi organisasi PMII Kabupaten Bandung.

Baca Juga:Tingkatkan Keterampilan Warga Usia Produktif, Pelatihan Menjahit Garmen Digelar di PamulihanDorong Hilirisasi Gas Bumi, PGN Tingkatkan Pemanfaatan Jadi Produk Bernilai Tinggi

Koperasi dipimpin Abdul Natsir. Kader yang juga menjabat Kepala Pusat Pengembangan Bisnis Cyber UIN Cirebon. Koperasi itu ditargetkan menjadi episentrum kekuatan ekonomi baru yang mampu mengonsolidasikan potensi alumni dan kader. “Ini juga bisa jadi laboratorium ekonomi kolektif, ” kata Abdul Natsir.

Sebagai langkah awal, koperasi memilih sektor ritel melalui kemitraan waralaba nasional. Hal itu dinilai paling realistis untuk memastikan usaha berjalan dengan sistem yang jelas dan mudah diawasi, sekaligus menjaga keterbukaan pengelolaan.

Menurut Abdul, pilihan tersebut juga mendapat respons antusias dari alumni. Misalnya terlihat dari penggalangan dana yang dilakukan mampu menghimpun komitmen modal Rp900 juta dalam waktu sekitar empat jam.

Koperasi itu diharapkan menjadi ruang konsolidasi jangka panjang bagi alumni PMII Kabupaten Bandung. Termasuk wadah silaturahmi secara berkelanjutan.

Sementara itu, pertemuan hari itu digagas Khaerul Umam yang merupakan demisioner Ketua Umum PMII Kabupaten Bandung. Baginya sejak berdiri pada 1987, PMII Kabupaten Bandung telah melahirkan kader yang kini tersebar di birokrasi, akademisi, hingga profesional.

Menurutnya, pertemuan itu jadi titik balik transformasi organisasi menuju kemandirian ekonomi. Dalam konteks itu, penguatan ekonomi berbasis komunitas menjadi tumpuan. Pasalnya, UMKM dan koperasi diproyeksikan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026, di tengah tekanan inflasi global dan ketidakpastian pasar.(son)

0 Komentar