JABAR EKSPRES – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berjanji akan meningkatkan bantuan fiskal, jika daerah memperbaiki tata kelola keuangannya.
Hal itu disampaikan Menkeu Purbaya dalam Dialog Interaktif bertajuk “DPRD Kuat, Daerah Berdaya” di Jakarta, Kamis. “Perbaikilah cara membelanjakan uang. Anggarannya, ada yang bocor-bocor, segala macam,” ujarnya, dikutip Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, realisasi belanja daerah yang kurang optimal menjadi hambatan utama dalam upaya memperbesar alokasi Transfer ke Daerah (TKD).
Baca Juga:Pastikan ASN Pemkab Bogor Tak Perlu WFH Meski Ada Pemangkasan TKD, Gubernur Demul: APBD-nya Cukup!Soal Pemangkasan TKD 2026, Anggota DPRD Jabar: Menurunkan Pembangunan di Daerah!
Untuk itu, ia menekankan agar daerah melakukan perbaikan tata kelola keuangan. Sebab, itu merupakan syarat mutlak bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan dukungan fiskal kepada daerah.
“Nanti kalau bagus, saya yakin triwulan ke-2 tahun depan akan jauh lebih banyak di sana,” imbuhnya.
Alih-alih meminta tambahan anggaran ke pemerintah pusat, kata dia, pemerintah daerah seharusnya berbenah untuk membuktikan bahwa mereka layak menerima bantuan fiskal lebih besar.
Bahkan, ia berkomitmen untuk mengusulkan revisi anggaran ke Presiden Prabowo Subianto, jika daerah mampu memperbaiki tata kelola dan disiplin fiskal.
Namun ia juga mengingatkan, pihaknya dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu), akan sulit mengalokasikan dana tambahan jika daerah tidak mau memperbaiki tata kelolanya.
Purbaya memandang legislator daerah yakni DPRD sebagai aktor kunci untuk mengawasi APBD dan memastikan setiap rupiah digunakan secara akuntabel.
DPRD diminta menjadi penjaga fiskal yang memastikan belanja tidak bocor dan program pembangunan berjalan efektif.
Baca Juga:Realisasi PAD Cimahi Jauh dari Target, Pemkot Perkuat Kemandirian Fiskal di Tengah Pemangkasan TKDPemangkasan TKDD Berpotensi Ganggu Stabilitas Fiskal Daerah, Begini Kata Pengamat
Selain pengelolaan anggaran, Purbaya menyoroti kebutuhan daerah untuk menciptakan iklim bisnis yang sehat agar roda ekonomi dapat bergerak lebih cepat.
Ia menekankan bahwa perbaikan iklim investasi merupakan bagian integral dari siasat fiskal yang cerdas.
“Jadi kalau sekarang lagi lesu, kalau iklim bisnisnya diperbaiki, orang mulai jalan lagi lebih cepat. Pasti banyak yang bisnis. Kalau bagus, maka mereka akan cepat-cepat mengimplementasikan rencana bisnisnya,” ujar dia.
Bendahara Negara juga mendorong terjadinya kompetisi antar-daerah dalam menarik investasi dengan menciptakan iklim yang kondusif dan insentif yang mendukung akselerasi pembangunan.
“Jadi ini daerah dengan satu yang lain akan berkompetisi. Siapa yang bisa menciptakan iklim investasi lebih bagus, infrastrukturnya lebih bagus, dia akan menarik lebih banyak dibanding yang lain, termasuk sumber daya manusia yang bagus juga,” pungkasnya.
