Banjir Bandung Mustahil Hilang 3-5 Tahun, Butuh Rp14 T untuk Tuntas

Banjir Bandung
Anggota DPRD Kota Bandung Mukhamad Adi Widyanto saat menyorori kondisi banjir Bandung di ruang kerjanya, Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (11/12/2025).
0 Komentar

BANDUNG – Masalah banjir di Kota Bandung diperkirakan tidak akan teratasi dalam waktu dekat. Bahkan dalam kurun tiga hingga lima tahun ke depan, sulit diharapkan kota ini benar-benar bebas banjir. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan anggaran yang sangat signifikan. Hal ini ditegaskan oleh Anggota DPRD Kota Bandung, Mukhamad Adi Widyanto.

“Secara realistis, dalam tiga tahun ke depan banjir tidak akan hilang sepenuhnya. Yang sekarang itu hanya mempercepat waktu surutnya air, misalnya dari lima jam menjadi dua jam. Namun untuk benar-benar bebas banjir, itu hampir mustahil dengan kondisi anggaran saat ini,” ujar Adi-sapaan akrabnya-Mukhamad Adi Widyanto saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (11/12/2025).

Menurut perhitungan Adi, penyelesaian menyeluruh banjir di Kota Bandung memerlukan anggaran minimal Rp13-14 triliun. Tanpa kucuran dana sebesar itu, sulit membayangkan masalah ini dapat dituntaskan dalam waktu dekat.

Baca Juga:101 Stan UMKM Ramaikan Bakat Fest 2025 Idil Akbar: Kasus Wakil Wali Kota Bandung Harus Tuntas, Jangan Jadi Preseden Buruk

“Jangankan Wali Kota, seandainya Batman yang menjabat pun tidak akan mampu menyelesaikannya kalau anggarannya tetap seperti sekarang. Tahun ini memang ada alokasi untuk penanggulangan banjir, tapi saya yakin itu masih jauh dari cukup. Ini bukan pesimisme, melainkan realitas di lapangan,” tegasnya.

Selain itu, Adi menilai banjir di Bandung bukan lagi sekadar bencana musiman, melainkan akibat dari kegagalan koordinasi dan kebijakan lintas instansi serta lintas wilayah. Ia mencontohkan Sungai Cirasea Kabupaten Bandung di sekitar Masjid Al-Islam yang menyempit saat melintas di bawah jalan tol, sehingga air luap dan kembali menggenangi permukiman di Kota Bandung.

“Ini jelas melibatkan Pemerintah Kabupaten Bandung dan pengelola jalan tol. Saya menyarankan Wali Kota mengambil inisiatif koordinasi intensif antarlembaga agar penyempitan sungai itu segera ditangani,” katanya.

Politikus Nasdem ini juga mengkritik sejumlah solusi yang selama ini dijalankan, seperti program sumur resapan, yang menurutnya terbukti tidak efektif. “Fakta di lapangan menunjukkan genangan masih berlangsung berjam-jam. Kita perlu solusi yang lebih berani dan terbukti berhasil di negara lain, misalnya membangun giant underground dam seperti di Jepang yang mampu menampung air hujan dalam jumlah sangat besar, lalu memompanya kembali ke sungai saat musim kemarau. Atau membuat danau-danau buatan di titik-titik kritis, meski memang memerlukan pembebasan lahan yang mahal,” paparnya.

0 Komentar