JABAR EKSPRES – Rehabilitasi sungai, danau, serta daerah resapan air di sejumlah wilayah tengah dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Upaya rehabilitasi sungai, danau, dan resapan air lainnya itu dilakukan sebagai langkah mitigasi bencana jangka menengah untuk menekan risiko banjir dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan penanganan diarahkan pada normalisasi sungai, revitalisasi situ, hingga peningkatan fungsi resapan air di titik-titik rawan.
Baca Juga:Manajemen Persib Enggan Dulu Bahas Perpanjangan Kontran Bojan Hodak, Ini Alasannya!Persib Tambah Amunisi: Rumor Sebut Joey Pelupessy, Tapi yang Datang Malah Marteen Paes!
“Upaya ini mencakup normalisasi sungai, revitalisasi situ, peningkatan daerah resapan air, serta penataan ulang kawasan rawan banjir,” kata Jeje saat ditemui di Padalarang belum lama ini.
Jeje menegaskan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan perlindungan lingkungan berjalan simultan.
Dengan kondisi geografis Bandung Barat yang rentan, ia menilai penataan ruang harus dilakukan lebih disiplin dan berbasis kajian ilmiah.
“Dengan langkah-langkah ini, kita berharap Bandung Barat menjadi wilayah yang aman dari banjir, lingkungan tetap terjaga, dan pembangunan dijalankan dengan bijak,” ujarnya.
Dalam rapat koordinasi penanganan banjir dan tata ruang yang ia hadiri, Jeje menuturkan seluruh pemangku kepentingan sepakat memperkuat sinergi dalam mengurangi risiko bencana dan memulihkan wilayah terdampak.
“Rakor kemarin menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menanggulangi banjir, sekaligus menjaga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak,” tandasnya. (Wit)
