Anak Muda Diminta Tak Hanya Bicara, Tapi Bergerak
Di sesi tanya jawab, peserta ramai memperdebatkan isu mulai dari efektivitas bootcamp swasta versus pendidikan formal, persentase ideal anggaran pendidikan (ada yang menyebut minimal 25–30% APBN), hingga urgensi memasukkan kembali pendidikan moral dan karakter ke dalam kurikulum inti.
Sejumlah peserta menegaskan bahwa tanpa intervensi ekonomi keluarga (pendapatan orang tua yang layak), semua program pendidikan sekolah akan sia-sia.
Komitmen Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Menutup acara, Ariska dan Fadhil kompak menyerukan anak muda untuk berani bertindak. “Rantai ketimpangan dan kemiskinan hanya bisa diputus jika ada kesadaran kolektif dari semua elemen: pemerintah, akademisi, masyarakat, dan terutama generasi muda. Idealisme tanpa aksi sama dengan nol,” tegas Fadhil.
Baca Juga:Upah Minimum 2026 Masih Gelap, Buruh Jabar Minta Pemerintah Jangan Cuci Tangan!RISEfest 2025 Muda Juara: Lahirkan Pengusaha Muda Muslim Penggerak Ekonomi Umat
Para peserta sepakat membentuk jejaring lintas kampus dan komunitas untuk melakukan advokasi berbasis data, riset kecil tentang ketimpangan pendidikan di Jawa Barat, serta aksi nyata di lingkungan masing-masing mulai awal 2026.
Action Talk Vol. 3 ini kembali membuktikan bahwa suara anak muda Bandung tidak lagi puas hanya menjadi penonton ketimpangan, mereka ingin menjadi bagian dari solusi. (bbs)
