JABAR EKSPRES – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan bahwa Kiev akan menyerahkan versi terbaru dari rencana resolusi konflik kepada pemerintah Amerika Serikat pada Rabu. Ia menjelaskan bahwa pembahasan intensif bersama para penasihat berlangsung selama dua hari sebelum proposal revisi itu disampaikan.
“Kami sedang berdiskusi dengan para penasihat kami hari ini dan esok. Saya pikir kami akan menyerahkan versi terbaru rencana penyelesaian tersebut besok,” ujar Zelenskyy dalam wawancara dengan saluran televisi hromadske pada Selasa (9/12).
Pernyataan itu muncul setelah Donald Trump sebelumnya menyatakan kekecewaannya, menganggap Zelenskyy belum meninjau proposal perdamaian yang ia susun. Menurut laporan Financial Times, utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner memberi waktu hanya beberapa hari kepada Kiev untuk memberikan respons atas rencana tersebut.
Baca Juga:Dijamin Irit! Ini 4 Motor Bebek Tangki Besar Terbaik di 2025Polda Banten Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Cuaca Buruk
Zelenskyy juga dikabarkan menginformasikan kepada para sekutu Eropa bahwa dirinya menghadapi tekanan kuat dari Witkoff dan Kushner. Dalam panggilan telepon berdurasi dua jam pada Sabtu, kedua utusan itu meminta Kiev segera memberikan jawaban terkait usulan yang mengharuskan Ukraina menerima kehilangan sejumlah wilayah sebagai imbalan jaminan keamanan dari AS.
Sejak pertengahan November, Washington terus mendorong formula perdamaian baru untuk Ukraina. Proposal tersebut juga telah dibahas oleh Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Witkoff dan Kushner di Kremlin pada Selasa (2/12).
Trump, menurut berbagai laporan, berambisi untuk mencapai kesepakatan damai tersebut “sebelum Natal,” menandai percepatan diplomasi yang menempatkan Ukraina di bawah tekanan internasional untuk memberikan tanggapan cepat.*
