Pembangunan Masif Jadi Biang Kerok Banjir Gedebage

Pembangunan Masif Jadi Biang Kerok Banjir Gedebage
Foto ilustrasi perkembangan pesat pembangunan di wilayah Bandung Timur. (Jabarekspres)
0 Komentar

Yulia (36), warga Cimincrang, menyebut banjir kini meluas ke titik-titik baru, termasuk kawasan permukiman yang sebelumnya tidak pernah kebanjiran.

“Setiap ada pembangunan baru, kami malah takut. Saluran air tidak diperbesar, tapi bangunan terus bertambah. Akibatnya banjir makin gampang datang,” tuturnya.

Warga lainnya, Asep (41), menegaskan bahwa pertumbuhan pembangunan tidak masalah selama diimbangi dengan infrastruktur drainase yang memadai. Namun kenyataan di lapangan justru sebaliknya.

Baca Juga:BPBD Kota Bandung Masukan Gedebage pada Titik Prioritas Pemantauan BanjirRute Strategis Agar Tak Terjebak Banjir dan Lautan Bobotoh Hari Ini di Kota Bandung

“Kalau mau bangun, bangun saja. Tapi harus adil untuk lingkungannya. Sekarang yang berkembang bangunannya dulu, urusan saluran belakangan, atau malah tidak dikerjakan,” ucapnya.

Sejumlah akademisi tata ruang, Yudi Asep, sebelumnya juga menilai kawasan timur Bandung kini berada dalam tekanan ekologis. Laju pembangunan yang bertumpuk di wilayah dataran rendah memperbesar risiko banjir kiriman dari utara. Hilangnya sawah dan rawa alami di Gedebage turut mempersempit ruang penyerapan.

Di sisi lain, pengembangan kawasan oleh sektor swasta sering berjalan lebih cepat dibanding penyesuaian sistem drainase kota. Tanpa intervensi serius, banjir diprediksi akan menjadi siklus tahunan yang semakin sulit diputus.

Dengan prediksi cuaca ekstrem masih berlangsung, warga berharap pemerintah bergerak lebih jauh dari sekadar pengawasan.

“Banjir ini bukan hanya soal hujan. Ini soal bagaimana Gedebage berubah sangat cepat tanpa kontrol lingkungan yang kuat,” kata Rahmat.

“Kalau tidak dibenahi, setiap musim hujan kami hanya menunggu air masuk rumah.” tambahnya

Hingga kini, BPBD terus memantau perkembangan cuaca dan potensi peningkatan debit air. Namun warga berharap penataan ruang, perlindungan lahan terbuka, serta peningkatan drainase menjadi langkah nyata yang diprioritaskan agar Gedebage tidak selamanya menjadi daerah langganan banjir. (Dam)

0 Komentar