Bantu Akses Pembiayaan hingga Pelatihan, Pemerintah Sebut Ini Upaya Dukung Kemandirian Ekonomi Disabilitas

Bantu Akses Pembiayaan hingga Pelatihan, Pemerintah Sebut Ini Upaya Dukung Kemandirian Ekonomi Disabilitas
Ilustrasi pelaku UMKM menunjukkan batik hasil karya penyandang disabilitas. Dok. Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah mengaku akan berupaya mendukung kemandirian ekonomi, bagi orang tua penyandang disabilitas. Itu disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Tangerang, Minggu.

Dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional di Tangerang tersebut, Menteri Maman menyebut, pihaknya memberikan dukungan melalui bantuan kegiatan bisnis/usaha.

“Yang sudah kita jalankan yaitu membantu bagi yang sudah punya usaha, kita bantu misalnya akses pembiayaan, lalu misalnya mereka belum ada tempat, kita bantu fasilitas publik untuk mereka bisa jualan,” ujarnya, dikutip Senin (8/12/2025).

Baca Juga:Menkeu Purbaya Bakal Desain Ulang Skema Subsidi dalam 6 Bulan: Supaya Lebih Tepat SasaranMendag Optimis Target Ekspor 7,1 Persen Bakal Tercapai Meski Ada Tarif Trump, Ini Alasannya!

Menurutnya, dukungan terhadap peran orang tua penyandang disabilitas itu dilakukan, mengingat mereka dinilai sangat membutuhkan ruang tambahan dalam meningkatkan kebutuhan ekonominya.

“Maka dari itu kita lebih menitikberatkan ke orang tuanya. Nah itu bagi yang memang sudah punya usaha kita bantu, kita dorong di scale up usaha-usahanya,” kata Maman.

Ia menuturkan, pihaknya akan mengolaborasikan usaha milik para orang tua anak penyandang disabilitas, dengan sejumlah program yang ada di Kementerian UMKM.

Program tersebut, lanjutnya, seperti bantuan promosi usaha, pelatihan, hingga program bantuan modal usaha.

Kemudian, bagi orang tua yang tidak memiliki usaha, kata Maman, pihaknya berusaha memberikan bantuan melalui program pelatihan seperti yang telah dilakukan selama ini.

“Tapi memang bagi yang belum, kita melalui beberapa organisasi-organisasi penyandang disabilitas, kita bantu untuk mulai memberikan pelatihan-pelatihan untuk memulai usaha. Ini yang sudah kita lakukan,” lanjutnya.

Disamping itu, Maman juga menyebut bahwa pemerintah akan melakukan percepatan digitalisasi UMKM yang dijalankan oleh penyandang disabilitas, maupun orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

Baca Juga:Kemenkeu Perbarui Skema Asuransi BMN, Nilainya Capai Rp91 Triliun!IEU-CEPA Bakal Dongkrak Ekspor hingga Tumbuhkan Ekonomi RI, Ini Alasannya!

Maman mengakui saat ini sulitnya akses pembiayaan permodalan melalui kredit perbankan juga menjadi tantangan dalam upaya pengembangan UMKM para disabilitas.

“Yang sudah kita jalankan itu membantu bagi yang sudah punya usaha, kita bantu akses pembiayaan, lalu misalnya mereka belum ada tempat, kita bantu fasilitas publik untuk mereka bisa jualan,” jelasnya.

Menurutnya, menciptakan ekosistem bisnis digital yang inklusif itu diperlukan kolaborasi dengan beberapa organisasi masyarakat yang fokus dalam isu-isu disabilitas.

0 Komentar