Cegah Bencana Banjir, BBWSCC Bangun Dua Tanggul di Bojongkulur Bogor

Cegah Bencana Banjir, BBWSCC Bangun Dua Tanggul di Bojongkulur
Tanggul yang di bangun BBWSCC untuk mencegah banjir.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang puncak musim hujan 2025/2026, upaya mitigasi banjir di wilayah Cileungsi–Cikeas mendapat dorongan baru.

Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) menyelesaikan pembangunan dua tanggul tanggap darurat yang selama ini dinantikan warga karena berada di titik rawan banjir tanpa perlindungan memadai.

Tanggul tersebut dibangun di Sungai Cileungsi, kawasan Perumahan Bumi Mutiara RW 34, serta di Sungai Cikeas, Perumahan Vila Nusa Indah 3 RW 36, Desa Bojongkulur, Kabupaten Bogor.

Baca Juga:Taman Safari Bogor Hadirkan Safari Malam Spesial Bertema 'Rimba Warna' Sambut Natal dan Tahun Baru 2026Rencana KDM Soal Tanam Pohon, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sebut Ini Upaya Percepatan Rehabilitasi Hutan

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, menyambut baik rampungnya pembangunan ini saat melakukan peninjauan pada Sabtu (6/12/2025) kemarin.

“Kami mengapresiasi selesainya pembangunan tanggul oleh BBWSCC di dua lokasi,” ujarnya, Minggu (7/12).

Ia menegaskan bahwa keberadaan tanggul tersebut efektif mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.

Puarman berharap tanggul tanggap darurat itu dapat segera ditingkatkan menjadi tanggul permanen melalui program Pengendalian Banjir Sungai Cileungsi dan Cikeas.

KP2C, yang beranggotakan lebih dari 42.000 warga terdampak banjir di sepanjang Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas, dan Kali Bekasi, kembali menekankan pentingnya percepatan normalisasi sungai secara menyeluruh.

“KP2C mendukung penuh program Pengendalian Banjir yang dirancang BBWSCC Kementerian PU,” tegasnya.

Masyarakat menunggu realisasi tiga program besar Kementerian Pekerjaan Umum yang dinilai krusial dalam menekan risiko banjir tahunan, yakni:

1. Melanjutkan normalisasi Kali Bekasi

2. Mempercepat normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas

3. Membangun delapan kolam pengendali banjir

Puarman berharap pemerintah daerah juga bergerak cepat.

Baca Juga:Kota Bogor Diterjang Angin Kencang, Atap Rumah Warga RusakTembok Penahan Tanah di Kabupaten Bogor Jebol, 23 Rumah Terendam!

“Semoga Pemda Bogor dan Bekasi segera pula menyiapkan lahan untuk keperluan proyek tersebut,” tutupnya.

Dengan rampungnya dua tanggul darurat ini, warga menilai satu langkah penting telah tercapai.

Namun, percepatan normalisasi dan pembangunan infrastruktur permanen tetap menjadi harapan besar sebelum puncak musim hujan benar-benar tiba.

0 Komentar