Wacana Tanam dan Rawat Pohon di Jawa Barat Diupah Rp50 Ribu, Begini Kata Warga!

Wacana Tanam dan Rawat Pohon di Jawa Barat Diupah Rp50 Ribu, Begini Kata Warga!
Ilustrasi warga melakukan penanaman pohon akan diupah Rp50 ribu per hari. Foto: Pexels
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masyarakat memberikan pandangannya terkait wacana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal pengupahan untuk menanam dan merawat pohon.

Diketahui, Dedi Mulyadi berencana memberikan upah sebesar Rp50 ribu per hari bagi masyarakat yang menanam dan merawat pohon di Jawa Barat.

Fadhlan (20) mengatakan, hal tersebut sama seperti Payment for Enviromental Services (PES) yang ada di Vietnam sejak 2010 lalu.

Baca Juga:KDM Canangkan Gaji 50 Ribu untuk Warga Penanam Pohon, DLH Bogor: Belum Ada SosialisasiSatu Pohon Bambu Bisa Hasilkan Oksigen untuk 15 Orang, Wabup Bogor Minta Tanam Lebih Banyak!

Meski begitu, dirinya masih ingin memastikan kejelasan teknis terkait rencana yang dilontarkan oleh Gubernur Jawa Barat itu.

Mulai dari mekanisme penanaman, peran masyarakat, pemerintah, dan bentuk kolaborasi dalam rencana Dedi Mulyadi tersebut.

Kemudian, rancangan program dan peta wilayah yang harus dilakukan penanaman harus jelas agar kegiatan tersebut tidak sia-sia.

“Rancangan program dan peta wilayah yang perlu ditanami juga harus jelas sehingga pada akhirnya program yang digelontorkan untuk program ini tidak sia-sia,” kata Fadhlan, pada Jumat (5/12/2025).

Ia menutur, jika teknis program sudah jelas akan mempercepat restorasi lingkungan di Jawa Barat.

Selain itu, dirinya berpesan agar memposisikan masyarakat sebagai mitra program dalam memperbaiki dan menjaga lingkungan.

“Bukan sebagai “buruh” yang dipaksa memperbaiki dan menjaga lingkungan. Serta pastikan perusahaan-perusahaan yang memiliki hak pengelolaan hutan terlibat dan berantas perusahaan yang merusak lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga:Hujan Deras Sebabkan Pohon Tumbang di Jalan Ibrahim Adjie Bandung, Arus Lalu Lintas Sempat TergangguDorong Keselamatan Publik, Legislator Minta Pemkab Bogor Pasang Plang Peringatan Usia dan Kondisi Pohon

Sementara itu, Raka (20) menilai rencana dari Gubernur Jabar dapat membantu masyarakat yang belum bekerja sambil memperbaiki lingkungan.

“Menurut saya itu efektif, itung-itung ngebantu masyarakat yang belum bekerja,” jelas Raka.

Adapun, dirinya memberikan catatan, Jawa Barat perlu belajar dari kejadian yang terjadi di Sumatera saat ini.

“Blajar dari Sumatera yang udah kejadian juga apa lagi Bogor juga kebanyakan tanah tinggi ya, lebih baik di cegah dulu sebelum kejadian,” pungkasnya.

0 Komentar