Jelang Nataru, PT KAI Mulai Petakan Titik Rawan Bencana di Jalur Utara-Selatan Jawa

Jelang Nataru, PT KAI Mulai Petakan Titik Rawan Bencana di Jalur Utara-Selatan Jawa
Dok. Wakil Direktur PT KAI, Dody Budiawan, saat ditemuin usai mengecek kesiapan angkut Nataru di Stasiun Bandung. Selasa (2/12). Foto. Sandi Nugraha/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jelang angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2025 – 4 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan sejumlah persiapan.

Wakil Direktur Utama PT KAI, Dody Budiawan menyebut, salah satu persiapan yang dilakukan pihaknya yakni melakukan pemetaan daerah rawan bencana di jalur utara dan selatan Jawa.

“Sekarang kita tahu saat ini lagi musim cuaca yang luar biasa. Seperti kita lihat di beberapa daerah ada bencana yang luar biasa akibat cuaca. Jadi sekarang kita mengecek semua jalur kereta yang ada di Kereta Api Indonesia, dengan tujuan ingin tahu dan ingin memastikan mengenai keselamatan, keamanan, dan kelancaran untuk menghadapi kegiatan Nataru,” katanya saat ditemui di Stasiun Bandung, Kota Bandung, Selasa (2/12/2025).

Baca Juga:Perkuat Pelayanan Libur Nataru, KAI: 35 Trainset Baru Siap BeroperasiSambut Nataru, KAI Beri Diskon hingga 30 Persen untuk Perjalanan KA Ini!

Dody menjelaskan, beberapa titik yang dianggap rawan terkena bencana alam, kini telah dilakukan beberapa perbaikan baik di jalur utara maupun selatan Jawa.

Hal ini dilakukan, kata dia sebagai bentuk antisipasi terganggunya kelancaran saat angkutan Nataru nanti berlangsung.

“Kita sudah punya peta daerah-daerah rawan baik longsor maupun banjir akibat cuaca. Semuanya. Sudah diperbaiki dan dipastikan apakah semuanya sudah memenuhi standar kelayakan, sehingga bisa lancar saat acara kegiatan Nataru nanti,” ungkapnya.

“Jadi kita sekarang memang agak khawatir dengan cuaca ini, makanya kita monitor terus. Nanti ada petugas-petugas kita yang memonitor di daerah yang kemungkinan rawan akibat cuaca ini baik longsor atau terendam banjir,” sambungnya.

Disamping pemetaan daerah rawan, Dody menuturkan bahwa pihaknya juga akan menyiapkan sebanyak 3,8 juta seat atau tempat duduk selama angkutan Nataru berlangsung.

“Itu naik sekitar 3 persen dari tahun lalu. Atau ada 54 KA (Kereta Api) tambahan dengan frekuensi perjalanan kereta api total ada 29 perjalanan kereta api di Daop 2, 24 kereta api reguler, 1 perjalanan fakultatif, dan 4 perjalanan tambahan,” ungkapnya.

Maka dengan adanya persiapan ini, Dody berharap angkutan Nataru tahun ini dapat berjalan aman dan lancar.

Baca Juga:Pertamina Bentuk Satgas Nataru untuk Kenyamanan Kebutuhan BBMProgram Angkutan Motis Nataru 2025/2026 Segera Dibuka! Cek Jadwal dan Syaratnya di Sini

“Karena kita ingin memastikan apakah ini (angkutan) sudah siap semua. Sehingga kita nanti bisa melayani Nataru dengan lancar,” pungkasnya. (San)

0 Komentar