JABAR EKSPRES – Pemerintah terus mempercepat penguatan ekonomi berbasis desa melalui pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Kementerian Koperasi menargetkan 20.000 gerai operasional dapat tuntas pada Januari 2026 sebagai fondasi awal terbentuknya pusat layanan ekonomi terpadu di seluruh pelosok.
“Kami sedang bekerja mengejar target 20.000 gerai berdiri lengkap denga nisi dan kelengkapannya pada Januari,” kata Wakil Menteri Koperasi Farida Farichan dikutip dari ANTARA, Selasa (2/12).
Baca Juga:Perluas Pengaruh di Global South, Indonesia Investasi 1 Miliar Dolar AS ke New Development BankShopee Satu Dekade, Bisnis Lokal Catat Penjualan USD 270M secara Global
Upaya percepatan pembangunan fisik dimulai sejak Oktober 2025, dengan dukungan antara PT Agrinas Pangan Nusantara, Kementerian PUPR, dan TNI untuk menjamin standar bangunan serta kelancaran distribusi material ke berbagai daerah.
Menurut Farida, kerja sama ini menjadi bukti hadirnya negara dalam menyediakan ruang usaha yang layak bagi koperasi desa.
“Ini adalah bentuk kehadiran negara agar koperasi benar-benar hidup dan langsung memiliki ruang usaha yang layak,” ujarnya.
Berdasarkan data paparan Kemenkop, pembangunan telah dimulai pada 15.000 titik gerai dan gudang, dari total 82.891 Kopdes Merah Putih yang telah memiliki badan hukum hingga akhir November 2025.
Farida menyebut gerai yang dibangun terdiri atas enam jenis usaha, yaitu gerai sembako, apotek desa, klinik desa, kantor koperasi, unit simpan pinjam, pergudangan, serta satu gerai usaha sesuai potensi lokal.
“Koperasi Desa Merah Putih bukan hanya tempat transaksi, tetapi pusat layanan ekonomi yang dibutuhkan warga,” ucapnya.
Untuk memastikan operasional berjalan efektif, setiap gerai akan diperkuat dukungan peralatan operasional, pelatihan bisnis, serta pendampingan dari 8.000 pendamping Business Assistant dan 1.104 Project Management Officer yang ditempatkan bertahap di lapangan.
Baca Juga:Universitas Teknologi Bandung (UTB) Gelar Wisuda XXIV Tahun 2025 dengan Penuh MaknaKebijakan Fiskal Kian Agresif, Menkeu Bidik Pertumbuhan Ekonomi Q4 Sentuh 5,7 Persen
Pembangunan seluruh 82 ribu bangunan koperasi ditargetkan rampung pada April–Mei 2026. Setelah itu, pemerintah berharap roda ekonomi desa dapat bergerak lebih mandiri, merata, dan berkelanjutan.
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak lagi bertumpu di kota, tetapi bergerak dari desa ke seluruh wilayah Indonesia,” ujar Farida.
