JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa mayoritas hutan di Jabar dalam kondisi rusak. Untuk itu, pihaknya bakal melibatkan masyarakat dalam upaya perbaikan.
Dedi Mulyadi menuturkan, hutan di Jawa Barat tidak semuanya masih terjaga. “Kisarannya, hutan yang betul-betul masih hutan kan 20 persen lagi. 80 persen dalam keadaan rusak,” katanya, Senin (1/12).
Pemprov Jabar berencana memperbaiki hutan-hutan yang rusak tersebut secara bertahap. Untuk penanganannya, akan dilakukan penanaman pohon dan perawatan secara optimal.
Baca Juga:Drama Usai! Timur Kapadze Tak Latih Timnas IndonesiaManuver Cerdas Persib, Joey Pelupessy di Ambang Jadi Rekrutan Spesial Paruh Musim?
Dalam program ini, Pemprov Jabar tidak sendiri. Masyarakat akan dilibatkan langsung. Nantinya, setiap hektare hutan akan dikelola oleh dua warga yang bertugas menanam kemudian merawat pohon hingga kokoh dan kuat.
Mereka juga tidak bekerja secara sukarela, karena Pemprov juga bakal menyiapkan upah. “Rencananya setiap hari distandarkan oleh saya, Rp50 ribu. Itu lebih mahal dibanding upah nyangkul di daerah tertentu yang hanya Rp30 ribu,” jelasnya.
Dedi Mulyadi beralasan bahwa upah yang tidak sedikit itu juga untuk menarik masyarakat, sehingga mereka mau merawat hutan. “Agar banyak masyarakat yang mau terlibat, ” imbuhnya.
Selain itu, jenis pohon yang akan ditanam juga dipilih secara selektif. Pemprov akan menanam kombinasi pohon hutan dan pohon produktif, seperti nangka, pete, atau jengkol.
Langkah ini diharapkan dapat menghijaukan kembali hutan-hutan di Jawa Barat sekaligus memberikan hasil produktif saat pohon-pohon tersebut berbuah.(son)
