Suara Generasi Muda Cimahi Menggema Usai Pentas Seni Lintas Agama

Suara Generasi Muda Cimahi Menggema Usai Pentas Seni Lintas Agama
Para Penari saat Tampil di Pentas Seni Lintas Agama dan Budaya dengan Membawakan Tarian Legong di Gereja HKBP Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gelaran pentas seni lintas agama di Gereja HKBP pada Kamis, 27 November 2025 lalu, menjadi ruang penting bagi anak-anak muda Cimahi untuk merasakan langsung bagaimana perbedaan bisa dirayakan, bukan dihindari.

Acara itu bukan sekadar panggung tampil atau ajang berkumpul, melainkan momen yang memperlihatkan bagaimana Cimahi sebagai kota dengan keberagaman suku, budaya, dan keyakinan dapat menghadirkan kebersamaan yang hangat dan inklusif.

Dari kegiatan itu, suara para remaja pun mengemuka. Mereka merasakan sendiri bagaimana seni mampu mempertemukan banyak hati tanpa memandang latar belakang.

Baca Juga:Cimahi Sambut Era Transportasi Baru, Pemkot Siap All Out Dukung Elektrifikasi KRL Padalarang–CicalengkaPLN Icon Plus Dukung Customer Gathering PLN UP3 Cimahi di ICON NEXT 2025

Nasywa Nayla Fitriani (19), warga Padasuka yang beragama Islam, menjadi salah satu yang paling merasakan energi positif tersebut.

“Menurut aku, acara itu fresh banget dan relevan sama kebutuhan anak muda hari ini. Kita hidup di era yang serba cepat dan penuh perbedaan,” kata Nasywa saat diwawancarai Jabar Ekspres, Senin (1/12/25).

Bagi Nasywa, Cimahi tumbuh dari banyak latar dan keyakinan. Kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan bisa dibangun lewat kreativitas.

“Event lintas agama bisa jadi reminder bahwa kita bisa bersatu lewat budaya dan kreativitas,” ujarnya.

Ia melihat kerukunan antarumat beragama di Cimahi selama ini berjalan dengan baik, tetapi tetap membutuhkan upaya berkelanjutan.

“Semoga ke depan makin banyak ruang kolaborasi lintas iman, makin banyak program yang melibatkan anak muda, dan makin kuat rasa saling percaya. Supaya Cimahi bukan cuma rukun, tapi benar-benar jadi kota yang hangat dan inklusif,” bebernya.

Sementara itu, Juliana Mardani (19) yang beragama Kristen Protestan mengaku baru pertama kali mendengar adanya pentas seni lintas agama. Dari judulnya saja, ia sudah merasa acara ini punya keunikan tersendiri.

Baca Juga:Ditengah Gempuran Musik Modern, Komunitas Sasora Cimahi Konsisten Lestarikan Seni Tradisi SundaAnugerah Kebudayaan Cimahi Soroti Urgensi Pelestarian Aksara Sunda Lewat Pendidikan 

“Ketika disaksikan, dapat disimpulkan rumah ibadah bukan berdiri hanya untuk umatnya, tetapi semua apapun agama dan latar belakangnya,” katanya.

Juli, sapaan akrabnya, adalah warga Karangmekar yang tinggal tak jauh dari Gereja HKBP. Menurutnya, kegiatan seperti ini punya nilai penting dalam mempererat silaturahmi.

“Ditambah lagi acara ini bukan sekadar tentang agama saja. Tetapi membawa seni, sosial dan kebersamaan,” ucapnya.

0 Komentar