Jelang Akhir Tahun: Inflasi Jawa Barat Tercatat 0,16 Persen, Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Tertinggi

Jelang Akhir Tahun, Jabar Inflasi 0,16 Persen
Ilustrasi emas perhiasan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang akhir tahun 2025, Provinsi Jawa Barat mencatatkan inflasi sebesar 0,16 persen secara m-to-m, dengan emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang tertinggi. Hal itu berdasarkan publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Senin (1/12).

BPS mencatat, pada November 2025 ini inflasi Jabar ada di angka 0,16 persen m-to-m. Sementara secara year to date sebesar 2,19 persen. Sedangkan secara tahun ke tahun atas y-on-y sebesar 2,54 persen.

BPS juga memetakan kondisi di tingkat kota kabupaten. Tercatat, inflasi bulanan yang tertinggi terjadi di Kota Bekasi sebesar 0,29 persen, diikuti Kota Bandung sebesar 0,24 persen.

Baca Juga:Debut Manis Alfeandra Dewangga, Bojan Hodak Puji Perubahan Sikap dan Kualitasnya di PersibSport Tourism Menggema, Malang Century Journey 2025 Tuntaskan Rute 100 Mile dengan Meriah

Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Majalengka masing-masing inflasi sebesar 0,22 persen, Kota Cirebon sebesar 0,16 persen dan Kota Bogor sebesar 0,06 persen. Sedangkan Kota Depok, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bandung masing-masing inflasi sebesar 0,05 persen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi tertinggi, yakni 0,09 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,06 persen.

Sementara dari sisi komoditas, emas perhiasan menjadi yang paling menonjol. Komoditas itu memberi andil sebesar 0,09 persen. “Ini yang tertinggi,” kata Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Jabar, Ninik Anisah.

Komoditas lain yang menyusul adalah wortel, bawang merah dan cabai merah masing-masing sebesar 0,03 persen. Lalu jeruk sebesar 0, 02 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas juga berupaya mengimbangi untuk menjadi penyumbang deflasi. Di antaranya yang menyumbang deflasi tertinggi adalah daging ayam ras sebesar 0,04 persen.

Disusul beras dan telur masing-masing sebesar 0,03 persen, serta jengkol dan buah naga masing-masing andil deflasi sebesar 0,01 persen.(son).

0 Komentar