TPG September–November Tak Kunjung Turun, Guru PAI Banjar Desak Kejelasan

Tunjangan Profesi Guru
Tunjangan Profesi Guru/Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Para Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengabdi di tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Banjar, Jawa Barat, saat ini masih harus bersabar menanti realisasi pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang telah tertunda selama tiga bulan. Hak yang seharusnya menjadi penopang kehidupan mereka kini masih menjadi bayangan.

Keterlambatan ini menuai pertanyaan, mengingat para pendidik tersebut berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Pemerintah Kota Banjar.

Namun, nasib tunjangan profesi mereka justru berada dalam kewenangan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, sesuai dengan posisi mereka sebagai pengajar mata pelajaran khusus agama. Dualitas status inilah yang diduga menjadi pangkal persoalan.

Baca Juga:Misi Kebangkitan Persib Dimulai di Madura: Tiga Poin Harga Mati!Habis Sudah Kesabaran Bojan Hodak, Beberapa Pemain Persib Bakal Didepak!

Salah seorang guru PAI, yang enggan disebut identitasnya mengungkapkan kekecewaan. Pihaknya hingga detik ini belum menerima pembayaran penuh TPG yang telah mengalami keterlambatan signifikan.

Para guru menagih kepastian untuk tunjangan selama tiga bulan, yaitu periode September, Oktober, dan November 2025. Adapun untuk tunjangan bulan Agustus yang juga semula tertunda, akhirnya dibayarkan setelah para guru melakukan audiensi pada awal November lalu.

“Awalnya keterlambatan tiga bulan itu terhitung dari bulan Agustus. Tapi bulan Agustus sudah dibayarkan,” ujarnya pada Minggu (30/11/2025).

Namun, penyelesaian untuk satu bulan itu tidak serta merta menyelesaikan masalah. “Sekarang sudah bulan November akhir. Jadi, untuk yang 3 bulan dari bulan September sampai sekarang TPG kami belum ada kejelasan,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan guru, penyebab mandeknya pembayaran TPG ini lantaran adanya kekurangan anggaran di Kemenag Kota Banjar.

Konon, instansi terkait harus mengajukan kembali tambahan anggaran untuk menutupi kekurangan tersebut agar pembayaran bisa dilaksanakan.

“Informasinya mau mengajukan anggaran, karena ada kekurangan anggaran buat pembayaran TPG itu,” papar guru tersebut.

Baca Juga:Ogah Imbang, Persib Maunya Menang!Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa Gol

Situasi ini menimbulkan rasa heran di kalangan para pendidik. Pasalnya, keterlambatan semacam ini disebut hanya terjadi di Kota Banjar dan secara spesifik menimpa guru PAI yang berstatus ASN, baik PNS maupun PPPK.

Ironisnya, pembayaran TPG untuk rekan mereka yang berstatus guru honorer madrasah dan honorer guru PAI justru dilaporkan berjalan lancar setiap bulannya tanpa kendala berarti.

0 Komentar