JABAR EKSPRES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru saja menembus rekor baru di posisi 8.602 pada perdangan Rabu (26/11). Itu diklaim naik lantaran kuatnya fondasi ekonomi Indonesia saat ini.
Klaim fondasi ekonomi menjadi alasan IHSG menembus rekor barunya itu, disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu.
“Kalau nggak ada optimisme di perekonomian, itu (IHSG) nggak akan naik ke 8.600,” ujarnya, dikutip Kamis (27/11/2025).
Baca Juga:Tolak Legalkan Thrifting, Purbaya: Saya Gak Peduli sama Pedagangnya!Penyaluran Kredit ke BUMN Tumbuh 10,04 Persen, 'Purbaya Effect' Mulai Bekerja?
Menurutnya, para investor di pasar modal saat ini cenderung menunjukkan sikap berorientasi ke depan atau forward looking. Sehingga fondasi ekonomi yang kuat menjadi faktor penentu.
Artinya, kata dia, para investor akan menaruh kepercayaan lebih, jika perekonomian memiliki fondasi yang cukup baik untuk mencetak kinerja yang lebih progresif nantinya.
“Ketika investor merasa ekonomi membaik dan program pembangunan ke depan lebih jelas, mereka akan berekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat betulan bisa terjadi,” paparnya.
Kendati begitu, Menkeu menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi RI belum tumbuh secepat yang dibayarkan, bahkan masih ada beberapa “saham gorengan”.
Namun demikian, ia meyakini para investor mampu menghitung proyeksi ke depan dalam pengambilan keputusan investasi mereka.
“Harusnya kalau diinterpolasikan ke saham, seperti itu. Mungkin nggak sekarang, tapi mereka kan lihatnya ke depan, forward looking. Ada beberapa (saham) yang ‘gorengan’, tapi yang lain naik juga kan,” imbuhnya.
Sebagai catatan, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat 80,24 poin atau 0,94 persen ke posisi 8.602,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,61 poin atau 0,89 persen ke posisi 864,77.
Baca Juga:Purbaya Ogah Lanjutkan Burden Sharing dengan BI: Biarkan Moneter Jalan SendiriMenkeu Janjikan Insentif Perpajakan, BEI Bentuk Tim Kerja Atasi "Saham Gorengan"
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,11 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 1,79 persen dan 1,38 persen.
Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 0,41 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor industri yang masing-masing turun 0,28 persen dan 0,02 persen
