JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jabar Zaini Shofari turut merespons rencana Gubernur Dedi Mulyadi membangun lapangan profesional di setiap kecamatan. Menurutnya, gagasan itu masih realistis.
Zaini menguraikan, pembangunan lapangan tiap kecamatan lebih realistis daripada tiap desa. “Karena setiap kecamatan kami yakin masih punya alun-alun,” katanya, Selasa (25/11/2025).
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu melanjutkan, biasanya sesuia desain tata ruang era kerajaan Mataram, sebuah wilayah dibangun Masjid Agung yang bersebelahan dengan alun-alun. “Tentu kami mendukung upaya Gubernur dalam mengembangkan sepak bola di Jawa Barat,” sambungnya.
Baca Juga:Bangun Gapura Gedung Sate Makan Biaya Rp3,9 M, Anggota DPRD Jabar: Ketimpangan Anggaran Sangat Mencolok Anggota DPRD Maulana Yusuf: Jabar Sibuk Bangun Gerbang, Cagar Budaya Terancam Hilang
Pembinaan sepak bola itu memang perlu dilakukan sejak dini. Hal itu juga untuk melihat dan menyaring bibit-bibit atlet potensial dari bawah. Karena bibit atlet potensial itu banyak di masyarakat.
Langkah itu sebagaimana yang pernah dilakukan Coach Indra Sjafri. Kala itu coach banyak terjun langsung ke daerah untuk memantau atlet potensial. Hal itu berbuah manis. Ia berhasil membentuk Timnas yang cukup membanggakan.
Menurut Zaini, alokasi anggaran terkait program itu memang belum ada di APBD 2026. Tapi hal itu memungkinkan untuk dimulai pada Perubahan APBD 2026 nanti.
Dalam kesempatan itu, Zaini juga menyambut baik rencana Pemprov untuk membangun sekolah khusus sepak bola. “Saya pikir itu baik juga,” katanya.
Bagi Zaini, pembinaan atlet itu memang harus dilakukan sejak dini. Dan akan lebih optimal jika dilakukan secara khusus. Yakni dalam bentuk sekolah khusus.
Harapanya, baik sekolah khusus sepak bola maupun pembangunan lapangan profesional itu bisa menelurkan atlet-atlet berkualitas. Ujungnya juga membanggakan Jawa Barat.(son)
