Hasil investigasi AFP, pada Oktober, dilaporkan receiver layanan internet satelit Starlink telah dipasang secara massal di markas-markas scam dan judi online. Perusahaan milik miliarder Amerika Elon Musk itu telah menonaktifkan lebih dari 2.500 perangkat Starlink di sekitar lokasi yang diduga menjadi markas scam online di Myanmar.
Sejak kudeta tahun 2021 yang memicu perang sipil, wilayah perbatasan Myanmar menjadi lahan subur bagi markas-markas scam dan judi online, yang menurut para analis, dikelola oleh ribuan pekerja sukarela serta orang-orang dari luar negeri yang menjadi korban perdagangan manusia.
