“Hukuman disiplin ASN itu ada ringan, sedang, berat. Sesuai proses itu, kalau memang ada. Kalau tidak ada, mudah-mudahan tidak ada,” jelasnya.
Ngatiyana menegaskan, ASN merupakan figur pelayanan yang seharusnya menjadi teladan masyarakat. Karena itu, jika ada yang terbukti menyalahgunakan narkoba, tindakan tegas pasti diberlakukan.
“Contoh, kalau ada yang menggunakan narkoba dan sebagainya, tentunya pasti kita berikan sanksi,” ujarnya.
Baca Juga:Jung Sang Penyelamat! Persib Menang Dramatis 10 Pemain, Dewa United Dipaksa Pulang Tanpa GolEiger Adventure Land Jadi Mitra Menko PMK–BNPB Menghijaukan Puncak
Hingga saat ini, selama sembilan bulan masa kepemimpinannya, belum ada temuan pelanggaran serupa. Namun melalui tes urine massal ini, semua kemungkinan dibuka dan dipastikan dengan pemeriksaan yang objektif.
“Kalau memang ada yang mengonsumsi, hentikan itu semuanya. Tapi tetap proses berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BNN Cimahi, Yulius Amra, menyampaikan bahwa pelaksanaan tes urine ini merupakan permintaan Pemkot Cimahi dalam upaya memastikan ASN bersih dari narkoba. Jika ditemukan pegawai yang terindikasi, BNN akan mengambil langkah rehabilitasi, bukan proses hukum.
“Apabila nanti ada yang terindikasi atau terkontaminasi penyalahgunaan, BNN akan melakukan rehabilitasi kepada ASN tersebut,” jelas Yulius.
Ia menekankan bahwa tujuan BNN adalah pemulihan pegawai agar tetap produktif dan tidak terjerumus semakin jauh. Sanksi administratif atau pembinaan tetap akan diproses oleh Pemkot sesuai aturan disiplin ASN.
“Tujuannya agar ASN tetap patuh tidak menggunakan narkoba. Karena narkoba itu berbahaya bagi dirinya, juga berbahaya untuk pekerjaannya,” terang Yulius.
Yulius juga mengingatkan bahwa hasil tes akan dianalisis secara objektif. Jika ada ASN yang baru selesai menjalani operasi atau sedang mengonsumsi obat medis berkandungan psikotropika, mereka dapat menunjukkan surat rujukan dokter sebagai bukti.
Baca Juga:Kolaborasi Humas Jadi Pondasi Kepercayaan Publik, Pesan Tegas Menkomdigi di AMH 2025Manchester City Kepincut Bintang Muda Bundesliga, Said El Mala Jadi Target Utama
“Kalau ada resepnya, kita tidak masalah karena memang dia dalam masa pengobatan,” ujarnya.
Sebaliknya, ASN tanpa alasan medis yang jelas tetap akan dianalisis lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa alat tes tidak bisa dibohongi dan hasilnya akan dikonsultasikan dengan dokter apabila diperlukan pendalaman.
“Kalau memang tersamar, tersamar terus bilang kembali. Untuk niat menyakinkan petugas bahwa memang dia terindikasi,” tutupnya.
