JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewacanakan pengambilalihan penanganan jalan desa di Kabupaten Bogor dengan total panjang 1.891,26 kilometer.
Data yang diterima mencatat kondisi jalan desa tersebut terdiri dari 1.406.923,701 meter kondisi baik, 163.064,542 meter rusak ringan, 139.670,63 meter rusak sedang, dan 181.601,582 meter rusak berat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana, mengatakan pihaknya masih menunggu kejelasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana tersebut.
Baca Juga:Raih Banyak Alumni Lolos Seleksi APH dan Sekolah Kedinasan, Bimbel Terpadu Jadi Incaran PesertaBukti Konsistensi Layanan Gas Bumi, FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20
“Kita masih menunggu bagaimana informasinya, apakah akan direalisasikan, seperti apa mekanismenya, dan apakah desa nanti harus mengajukan proposal,” ujar Hadijana, Jumat (21/11/2025).
Ia menambahkan, jika desa diminta mengajukan proposal, biasanya akan ada proses peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan perbaikan.
Menurutnya, bila Pemprov Jawa Barat benar-benar memberikan bantuan infrastruktur dan pengerjaannya dilakukan langsung oleh pemerintah provinsi, hal itu akan sangat membantu desa. “Itu mungkin lebih bagus, karena perangkat desa bisa fokus pada kegiatan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hadijana menegaskan bahwa Pemkab Bogor masih menunggu petunjuk teknis lebih rinci dari Pemprov. Ia juga mengingatkan para kepala desa untuk memprioritaskan perbaikan jalan dengan kondisi rusak berat.
“Para kepala desa sebaiknya memprioritaskan jalan yang benar-benar rusak berat untuk didahulukan,” katanya.
Ia menambahkan, penentuan jenis pekerjaan yang akan dibiayai melalui Bantuan Keuangan Provinsi maupun Bantuan Keuangan dari Pemkab Bogor tetap harus diputuskan melalui musyawarah desa.
