JABAR EKPRES – Upaya memperkuat kesadaran publik soal bahaya peredaran rokok ilegal mulai menunjukkan hasil nyata di tingkat akar rumput. Hal itu terlihat dari respons para pedagang warung di Cimahi yang semakin memahami risiko hukum dan ekonomi jika tetap melayani suplai rokok tanpa pita cukai.
Temuan ini muncul saat Satpol PP Kota Cimahi melakukan sosialisasi dan pemantauan langsung ke dua titik di Kota Cimahi, yakni sepanjang Jalan Margaluyu di Kecamatan Cimahi Tengah dan sepanjang Jalan Haji Usman Domiri.
Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Cimahi, Agus Guslandari, menegaskan bahwa peningkatan pemahaman pedagang menjadi titik krusial dalam memutus rantai peredaran rokok ilegal.
Baca Juga:Menkeu Purbaya Bakal Legalkan Rokok Ilegal Mulai Desember: Saya Tidak Mau Rugi!Purwakarta Jadi Titik Peredaran Rokok Ilegal Terbanyak di Jawa Barat
“Alhamdulillah, hasil yang diperoleh ternyata dari toko yang kita datangi tidak diketemukan, bahkan mereka tidak menjual rokok ilegal,” ujarnya pada awal media, Kamis (20/11/2025).
“Bahkan ketika kita bertanya, mereka tidak mau untuk menjual, meskipun ada beberapa toko yang sempat katanya didatangi oleh penyuplai rokok ilegal tersebut, tapi mereka menolak,” sambung Agus.
Menurut Agus, keberanian pedagang menolak suplai adalah indikator bahwa edukasi yang dilakukan pemerintah mulai diterima.
Kesadaran para pemilik warung dianggap tumbuh bukan karena sekadar himbauan, melainkan pemahaman jelas mengenai ciri-ciri dan dampak dari menjual rokok ilegal.
“Sudah paham, sudah mereka sudah sudah paham gitu kan. Begitu ditanya, ‘Cirinya?’ ‘Yang saya tahu,’ katanya, ‘Yang jelas tidak ada pita cukainya.’ Berarti kan sudah ada pemahaman bahwa yang ilegal itu ya, salah satu yang gampang untuk dilihat itu kan enggak ada pita cukainya,” ujarnya.
Selain mengenali ciri-cirinya, para pedagang mulai memikirkan implikasi yang bisa mereka hadapi jika nekat menjualnya.
“Mereka sudah pada tahu yang di toko, dan mereka sudah sudah tahu dan ada sedikit kekhawatiran kalau menjual, dampak yang akan mereka terima itu mereka ketakutan,” kata Agus.
Baca Juga:Satpol PP dan Bea Cukai Bongkar Trik Kamuflase Baru Jaringan Rokok Ilegal di CimahiBea Cukai Ungkap Modus Baru Distribusi Rokok Ilegal di Cimahi, Ternyata…
Ia menilai, perubahan sikap pedagang ini bukan terjadi begitu saja, melainkan hasil dari rangkaian sosialisasi yang rutin dilakukan.
“Betul, betul. Mudah-mudahan ya berdampak ke toko semua gitu. Bisa apa? Istilahnya, kalau menghilangkan sih enggak mungkin gitu kan. Kita juga enggak tahu pergerakan penyuplai seperti apa. Ya mudah-mudahan mengurangilah,” bebernya.
