JABAR EKSPRES – Pernyataan kontroversial dari sosok Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal ternyata juga menarik perhatian dari eks Wakil Bupati Bandung, Sahrul Gunawan.
Seperti diketahui, sebelumnya Cucun Ahmad Syamsurijal melontarkan pernyataan terkait tidak diperlukannya ahli gizi untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menuturkan bahwa cukup lulusan SMA yang diberikan pelatihan selama tiga bulan untuk djiadikan pengawas makanan di program MBG ini.
Baca Juga:Gercep Klaim! Link DANA Kaget Spesial Hari Ini Cair Rp 150 Ribu Gratis, Begini Cara AmbilnyaTak Bikin Pegal! 5 Motor Listrik Terbaik 2025 yang Paling Nyaman Buat Boncengan, Ini Daftarnya
Sontak banyak pihak yang membicangkan soal pernyataan kontrovesial dari Cucun ini, mengingat bahwa peran ahli gizi sangat penting dalam program ini.
Alih-alih memprioritaskan, ia justru seolah-olah tidak membutuhkan peran dari lulusan ahli gizi dalam proses pembuatan makanan.
Namun, kini Cucun sudah mengungkapkan permintaan maafnya atas pernyataannya yang sempat viral tersebut.
Menariknya, Sahrul Gunawan tampaknya tak kuat menahan diri untuk tidak ikut berkomentar atas ungkapan dari politisi PKB itu.
Pasalnya dalam salah satu unggahan akun media sosial Instagram @km_news, terpantau Sahrul menuangkan komentarnya atas sikap Cucun.
Dalam komentarnya itu, pria yang kini diketahui sebagai politisi partai Golkar itu, menyebut-nyebut soal arogansi kerajaan Kabupaten Bandung.
“Cerminan arogansi kerajaan Kabupaten Bandung yang tidak aspiratif dan kebal hukum,” tuturnya.
Baca Juga:Ini Rincian Tabel Angsuran KUR Mandiri 2025: Plafon Rp 10 Juta – Rp 50 Juta, Cicilan Cuma Rp 6 Ribuan Sehari! Cucun Ahmad Syamsurijal Sebut Tak Perlu Ahli Gizi untuk MBG, Sahrul Gunawan: Cerminan Arogansi
Tidak diketahui secara pasti maksud dari kerajaan Kabupaten Bandung yang disebutkan pria yang sempat berpasangan dengan Dadang Supriatna sebagai bupati dan wakil bupati tersebut.
Akan tetapi, jika dilihat dari rekam jejaknya, kemungkinan besar ada situasi politis yang memanas antara Sahrul dengan PKB.
Mengingat, saat masih menjabat sebagai Wabup Bandung, memang diisukan bahwa hubungan antara Sahrul dengan Dadang Supriatna yang notabene dari PKB, kurang harmonis.
Puncaknya, keduanya kemudian menjadi lawan ketika perhelatan Pemilihan Umum Bupati Kabupaten Bandung untuk periode 2025-2030.*
