JABAR EKSPRES – Tokoh masyarakat selatan Bandung Barat, Yayat Ruhiyat, menyoroti kondisi memprihatinkan Curug Malela setelah meninjau langsung lokasi wisata tersebut.
Ia menyebut berbagai fasilitas di kawasan yang dijuluki ‘Little Niagara’ itu mengalami kerusakan parah dan berpotensi membahayakan pengunjung.
“Kondisinya tidak terawat, khawatir membahayakan para pengunjung,” ujar Yayat saat dihubungi, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga:Ribuan PPPK Bandung Barat Diangkat, DPRD KBB Ingatkan Tak Boleh Sekadar Seremonial Serunya Liburan di Curug Cikaso! Air Terjun Eksotis yang Wajib Anda Kunjungi
Menurut Yayat, meski terdapat pengerjaan jalan menuju kawasan wisata, pembangunan itu ternyata tidak menjangkau titik utama air terjun. Kondisi terburuk justru ditemukan di area inti Curug Malela, yang disebutnya tidak terawat dan dibiarkan rusak tanpa perbaikan.
“Ada pengerjaan jalan, tapi tidak sampai ke titik lokasi. Hanya bagian depan saja, sedangkan area utama Curugnya berantakan,” katanya.
Ia menyebut sejumlah kerusakan yang ditemuinya, mulai dari besi lantai jembatan yang hilang dan diganti bambu lapuk, papan pijakan yang rapuh, hingga jembatan penghubung yang tidak terikat dengan baik sehingga rawan membuat wisatawan tergelincir. Area swafoto, gazebo, dan papan identitas “Curug Malela” juga tampak rusak dan berkarat.
Selain itu, rumput sintetis yang seharusnya menjadi elemen estetika dibiarkan tergulung, sementara sebagian jalur menuju air terjun tidak lagi bisa dilewati. Kondisi tersebut membuat kenyamanan pengunjung terganggu dan meningkatkan potensi bahaya.
“Kenyataannya Curug Malela ini tidak terawat sama sekali, padahal ini aset wisata Kabupaten Bandung Barat. Jika dibiarkan, ini bisa membahayakan banyak orang,” ujarnya.
Yayat juga menyoroti kenaikan harga tiket masuk menjadi Rp 15.000 yang dinilainya tidak sebanding dengan kualitas pengelolaan. Sebagai tokoh masyarakat, ia kerap menerima keluhan pengunjung terkait tarif yang naik tanpa peningkatan fasilitas dasar maupun kebersihan.
Ia menegaskan bahwa pengelola seharusnya memiliki tanggung jawab lebih besar, terlebih pendapatan tiket terbagi untuk PAD KBB, BUMDes, dan Pokdarwis.
Baca Juga:Rekomendasi 5 Wisata Air Terjun di Jawa Barat Paling FavoritViral, Mobil Terjun dari Atas Tebing ke Dalam Kolam Air Terjun
“Dengan tiket naik begitu, harusnya ada tanggung jawab tambahan seperti kebersihan, tindakan cepat terhadap kerusakan, dan pemeliharaan rutin,” ujarnya.
Yayat kemudian membandingkan Curug Malela dengan Curug Ciririp di Mukapayung, Kecamatan Cililin, yang menurutnya lebih rapi, terawat, dan ramai pengunjung meski dikelola skala desa.
