Ragam Artefak Purbakala Ditemukan di Kota Banjar

Ragam Artefak Purbakala Ditemukan di Kota Banjar
Berbagai artepak yang diduga kuat peninggalan purbakala ditemukan dari Situs Budaya Rajeug Wesi, kemudian ditampilkan oleh tim pemerhati budaya ke Pemkot Banjar baru-baru ini. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Situs ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran langsung tentang peninggalan bersejarah sekaligus menjadi magnet bagi para peneliti di bidang Geologi dan Arkeologi dari berbagai penjuru.

“Tidak menutup kemungkinan nantinya Kota Banjar menjadi pusat pengkajian dan laboratorium peradaban,” harapnya.

Ndaru Kusumo, yang juga dikenal sebagai suami dari artis Olivia Zalianty, menekankan bahwa apa yang telah ditemukan saat ini masih merupakan tahap awal.

Baca Juga:Koleksi Galeri Arsip Covid-19 “Artefak” Masih Minim, Dominasi Foto dan InfografisCoklat Kita Gelar Pameran ARTefak Laut Kidul

Masih terdapat potensi artefak lain yang lebih besar yang diduga berasal dari masa pra-sejarah yang masih terpendam di sekitar situs. Oleh karena itu, ia mendorong agar penelitian segera dilakukan oleh ahlinya untuk mencegah kerusakan, kehilangan, atau penjarahan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memburu benda purbakala.

Menanggapi temuan dan aspirasi tersebut, Wali Kota Banjar, Ir H Sudarsono, menyambut positif dan memberikan respons yang cepat.

“Nantinya akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Kebudayaan,” imbuhnya.

Sebagai langkah awal, puluhan artefak hasil temuan Ndaru Kusumo akan diajukan untuk diteliti lebih lanjut oleh tim peneliti ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), guna memastikan keaslian, usia, dan nilai historisnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Sudarsono juga menyampaikan rencana jangka pendek untuk mengamankan kawasan Situs Rajeug Wesi. Tindakan pengamanan ini dinilai penting untuk melindungi benda-benda yang berpotensi sebagai benda cagar budaya dari ancaman pengrusakan dan penjarahan sebelum proses penelitian skala besar dimulai.

“Pemerintah Kota Banjar akan berupaya untuk terus berkoordinasi dengan kementerian budaya agar segera melakukan penelitian,” tegas Sudarsono. (CEP)

0 Komentar