JABAR EKPRES – Tingginya kebutuhan akan layanan publik yang ramah dan mudah diakses bagi penyandang disabilitas, khususnya warga Tunarungu, mendorong Pemerintah Kota Cimahi untuk mempercepat pelaksanaan Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) Gelombang 2 Tahun 2025.
Program ini digelar bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) dan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (PUSBISINDO) Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung di Kampus Unjani, dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi Totong Solehudin dan ditutup oleh Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira.
Baca Juga:Kekuatan Industri Lokal Menghadapi Dinamika GlobalAkademisi Psikologi Soroti Tantangan Gen Z dalam Seleksi TNI–Polri: Fokus & Disiplin Menurun
Langkah ini hadir sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan komunikasi tanpa hambatan di berbagai titik pelayanan publik, mulai dari kesehatan, kependudukan, hingga layanan sosial.
Di lapangan, hambatan komunikasi antara petugas dan warga tuli masih sering terjadi dan berdampak langsung pada kualitas layanan serta kecepatan respon.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Cimahi, Supijan Malik menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan kompetensi dasar komunikasi petugas dengan warga tuli.
“Pelatihan bahasa isyarat ini bertujuan memastikan bahwa petugas pelayanan publik memiliki kompetensi dasar dalam berkomunikasi dengan penyandang disabilitas rungu wicara/tuli,” ujar Supijan pada Jabar Ekspres, Senin (17/11/25).
Menurutnya, hambatan di lapangan masih sering dijumpai, baik saat penyandang tuli mengurus administrasi kependudukan, layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga konsultasi sosial.
“Kelompok tuli masih sering mengalami hambatan dalam memahami informasi, menyampaikan kebutuhan, maupun mengakses layanan,” katanya.
Salah satu kasus yang sempat menjadi perhatian terjadi ketika seorang penyandang rungu wicara mengunjungi UPTD Puskeswan.
Baca Juga:Stadion Pakansari Siap Gelar Laga Timnas Indonesia Lawan MaliPascalongsor di Cibeunying Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi Imbau Waspada!Â
Karena, lanjut Supijan, tidak ada petugas yang memahami bahasa isyarat, proses pelayanan berjalan lambat dan terpaksa mengandalkan tulisan di ponsel.
“Kondisi seperti ini tidak hanya menyulitkan penyandang disabilitas, tetapi juga menghambat efektivitas pelayanan” cetusnya.
Pelatihan BISINDO menghadirkan instruktur langsung dari PUSBISINDO Jawa Barat para pelatih tuli profesional untuk memastikan pembelajaran sesuai kaidah bahasa isyarat yang benar.
“Sasarannya tidak hanya petugas Dinas Sosial, tetapi juga berbagai petugas pelayanan publik dari lintas lembaga dan OPD di Kota Cimahi,” jelas Supijan.
