Wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar M. Romli menuturkan, pendalaman itu dilakukan Selasa (11/11) lalu. Wakil rakyat berdialog langsung dengan para direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menguraikan, usulan awal kucuran modal kepada BIJB Kertajati adalah Rp150 miliar. Namun seiring pembahasan, nilainya turun menjadi Rp100 miliar.
Rencananya modal Rp100 miliar itu bakal diperuntukkan beberapa kebutuhan, yakni sekitar Rp66,7 miliar untuk kebutuhan operasional. Misalnya gaji karyawan, operasional dan keamanan bandara.
Baca Juga:BIJB Kertajati Hanya Dapat Kucuran Rp100 Miliar, Ini Kata Legislator!Ono Surono Sebut Suntikan Modal ke BIJB Kertajati Diperlukan Agar Tak Jadi Bangkai
Lalu sisanya sekitar Rp33,3 miliar bakal diperuntukkan mendukung rute penerbangan. Konsepnya nanti adalah bakal dilakukan subsidi penerbangan.
“Ada subsidi agar harganya bisa lebih kompetitif dengan bandara lain,” sambungnya.
Romli melanjutkan, rencana konsep subsidinya adalah booking penerbangan. Artinya tidak langsung subsidi per tiket, karena menyesuaikan dengan budget anggaran yang ada.
Menurut Romli, Komisi III secara prinsip masih mendukung terkait penyertaan modal terhadap BIJB Kertajati, karena pertimbangannya juga untuk menjaga aset.
“Kalau gak ada penyertaan modal bisa mati itu bandara. Nanti kan juga untuk keperluan haji dan umrah,” tutupnya.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono. Dia menanggapi rencana penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp100 miliar untuk BIJB Kertajati. Ia menilai langkah tersebut perlu dilakukan demi menjaga aset strategis nasional agar tidak semakin rusak.
Politikus PDI Perjuangan itu juga mengakui bahwa nilai suntikan dana tersebut cukup besar, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang akan diterapkan pada tahun 2026.
Baca Juga:Katanya Efisiensi tapi BIJB Kertajati Mau Disuntik Rp 100 Miliar, KDM : agar Tak Jadi Tempat KelelawarBIJB Kertajati Terus Grogoti APBD, Penyertaan Modal Rp 150 Miliar Kembali Dikucurkan!
“Betul itu angka yang tidak sedikit. Kalaupun tidak diinjek (suntik.red) Rp100 miliar bakal makin rusak,” jelasnya, Kamis (13/11).
Ono menegaskan, BIJB Kertajati yang berlokasi di Kabupaten Majalengka merupakan proyek strategis nasional yang menjadi kebanggaan Jawa Barat, sehingga sudah seharusnya dijaga dan dirawat.
“Mau tidak mau ya harus dilakukan (Penyertaan Modal. Red). Kalau tidak ada perawatan, ya makin jadi bangkai itu,” tegasnya.
Menurut Ono, penyertaan modal senilai Rp100 miliar itu tidak hanya untuk keperluan operasional yang memang cukup besar. Tapi juga untuk mengembangkan bisnis sehingga bisa kembali hidup. (son/san)
