Danau Retensi Menghilang, Lembang Kini Rawan Banjir Setiap Hujan Deras

Sejumlah kendaraan memaksa menerobos banjir di Jalan Raya utama Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwi
Sejumlah kendaraan memaksa menerobos banjir di Jalan Raya utama Lembang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Namun sejak 1999, kawasan tersebut beralih menjadi permukiman padat. Saat ini tersisa sekitar satu hektare lahan yang berpotensi direvitalisasi menjadi danau retensi baru apabila pemerintah menghendaki.

Bambang mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghidupkan kembali fungsi kedua danau tersebut.

“Kalau danau lama bisa difungsikan kembali, kami usulkan agar dua lokasi itu diambil alih oleh provinsi. Namun kalau tidak memungkinkan, kami siap mencari lahan baru,” ujarnya.

Baca Juga:Pembangunan PLTA Upper Cisokan Dipastikan Sesuai Aturan dan Bawa Manfaat bagi MasyarakatPabrik Pengelolaan Sampah Senilai USD 200 Juta Bakal Dibangun di Jawa Tengah!

Selain mengusulkan revitalisasi danau lama, Bambang juga mendorong pembangunan kolam retensi baru apabila opsi pemulihan tidak dapat dilakukan. Bambang memastikan kecamatan siap membantu proses pengadaan lahan yang layak dijadikan lokasi penampungan air hujan.

“Kami dari Kecamatan Lembang mengusulkan agar dibuat kembali danau retensi untuk menampung semua limpahan air hujan, supaya Lembang tidak terus menjadi kawasan banjir,” tuturnya.

Sejumlah insiden, lanjut Bambang, akibat banjir di wilayahnya cukup memprihatinkan. Salah satunya terjadi di RW 09 Kayuambon, ketika tembok pembatas rumah warga roboh akibat derasnya arus air hujan.

“Jadi memang harus ada danau retensi di Lembang. Kalau tidak, setiap hujan besar kita akan terus berhadapan dengan air bah dan genangan,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar