Sebagai Pejuang Devisa, Mentri P2MI Sebut Kontribusi Pekerja Migran Kunci Menuju Indonesia Emas

Pekerja Migran Indonesia
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menekankan peran strategis pekerja migran Indonesia sebagai \"pejuang devisa\" dalam sambutannya pada acara Launching Buku Saku Edukasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia
0 Komentar

Arahan Presiden Prabowo: Fokus Perlindungan dan Peningkatan Skill

Menteri Mukhtarudin juga turut menyampaikan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan Pekerja Migran, pertama yakni fokus pada peningkatan pekerja migran Indonesia khususnya yang sudah ditempatkan.

”Kedua, peningkatan kualitas dan kapasitas calon pekerja migran melalui vokasi dan upgrading skill untuk mengoptimalkan penempatan pekerja migran terampil,” katanya.

Pembentukan Kementerian P2MI dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebelumnya, menurut Menteri, mencerminkan keseriusan Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.

Baca Juga:Menteri P2MI & CEO IBC Kolaborasi Kuatkan Pelatihan 500 Ribu Tenaga Kerja Welder-HopitalityBPK Wilayah IX Gandeng Generasi Z Lestarikan Budaya Cirebon Lewat Sakola Budaya 2025

Ada dua prioritas utama dari arahan tersebut: pertama, peningkatan kualitas pelindungan sepanjang siklus, sebelum berangkat, selama penempatan, dan saat kembali ke tanah air. Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui persiapan skill dan penguasaan bahasa negara tujuan.

“Jadi kita harus menempatkan orang-orang yang mengerti bahasa tujuan. Negara akan hadir memfasilitasi para pekerja migran,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga telah menyiapkan 500 ribu lapangan kerja baru bagi Pekerja Migran dengan anggaran Rp15 triliun untuk tahun 2026. “Pak Presiden sangat peduli terhadap pekerja migran Indonesia, bahkan di beberapa kunjungan bilateral dengan negara-negara lain selalu membicarakan pekerja migran,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Mukhtarudin menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi, mendengar, dan memahami perjuangan Pekerja Migran. “Perjuangan setiap pekerja migran Indonesia harus diakui, dihargai, dan menjadi bagian penting kemajuan bangsa.”

Edukasi Masif dan Adaptasi Budaya: Kunci Hindari Eksploitasi

Ke depan, edukasi literasi keuangan dan perlindungan Pekerja Migran akan dimasifkan tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kantong-kantong daerah lain. Menteri menekankan prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai pedoman adaptasi budaya.

“Kita harus adaptasi budaya di negara orang. Jangan bawa kebiasaan kita di rumah, jangan bawa kebiasaan sesama kita karena setiap negara beda budaya, beda juga karakter. Pandai-pandailah kita beradaptasi dengan keadaan di negara tujuan,” pesan Menteri Mukhtarudin.

Ia memperingatkan agar Pekerja Migran tidak mudah mengeluh di awal penempatan dan harus menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang unggul, seperti toleransi, gotong royong, kebersihan, dan kejujuran.

0 Komentar