PBB: Israel Masih Batasi Bantuan ke Gaza Meski Gencatan Senjata Berlaku

PBB: Israel Masih Batasi Bantuan ke Gaza Meski Gencatan Senjata Berlaku
Ilustrasi (SUMBER FOTO: Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin menyatakan bahwa Israel masih membatasi akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata telah berlangsung selama satu bulan.

Mengutip laporan dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), juru bicara PBB, Farhan Haq, dalam konferensi pers menegaskan bahwa upaya peningkatan distribusi bantuan masih terhambat oleh berbagai kendala administratif.

Ia menambahkan bahwa Israel masih menerapkan pembatasan terhadap sejumlah organisasi kemanusiaan utama, hanya membuka sedikit jalur penyeberangan, dan kondisi keamanan di lapangan pun tetap tidak stabil meski telah ada perjanjian gencatan senjata.

Baca Juga:6 Rekomendasi Motor Listrik Baterai Swap Terbaik dan Populer di Indonesia Tahun 2025Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 10 November 2025: Stabil di Kisaran Rp1,9 Juta hingga Rp2,1 Juta per Gram

Haq menjelaskan bahwa setiap pergerakan tim bantuan harus melalui proses koordinasi dengan otoritas Israel. Dari delapan upaya pengiriman bantuan, hanya dua yang berhasil difasilitasi oleh Israel, sementara empat lainnya tertunda, termasuk satu yang sempat tertahan hingga sepuluh jam sebelum akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan.

“Israel hanya memfasilitasi hanya dua dari delapan upaya bantuan secara keseluruhan dan “empat di antaranya terhambat di lapangan — termasuk satu yang tertunda selama 10 jam sebelum tim akhirnya mendapat lampu hijau untuk bergerak.” ujarnya.

Menurutnya, PBB dan para mitra kemanusiaan terus berusaha memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperluas operasi bantuan, walaupun berbagai tantangan di lapangan masih terjadi.

Saat ditanya mengenai lambannya pembukaan jalur perbatasan tambahan, Haq menegaskan bahwa hambatan tersebut berasal dari pihak Israel. Ia mengatakan, PBB telah berulang kali meminta koordinasi agar lebih banyak penyeberangan dibuka, namun hingga kini belum ada realisasi.

“Ya, hambatannya ada di pihak Israel. Kami sudah meminta dan berusaha berkoordinasi dengan mereka untuk membuka lebih banyak penyeberangan, tetapi mereka masih belum melakukannya,” ujarnya.

Sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 69.000 orang dan melukai lebih dari 170.600 lainnya, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Gaza.*

SUMBER: ANTARA

0 Komentar