Euforia Yorun 2025 sudah terasa sejak matahari terbit. Ribuan peserta berbaris di garis start, sebagian mengenakan atribut nyentrik seperti kacamata warna-warni dan headband bertuliskan “Spirit”. Musik upbeat mengiringi hitungan mundur sebelum bendera start dikibarkan.
Sepanjang rute, panitia menyediakan water station dan spot foto yang menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anak, remaja, hingga lansia tampak berlari santai menikmati udara pagi. Banyak peserta berhenti sejenak untuk berswafoto atau menyapa pelari lain.
Di area finis, peserta disambut oleh bazar dengan 102 tenant yang menjual makanan, minuman sehat, dan perlengkapan olahraga. Panggung hiburan menampilkan band Juice Luice, menambah semarak suasana akhir pekan di Kota Baru Parahyangan.
Baca Juga:Larangan Impor Pakaian Bekas Matikan Pelaku Usaha Thrifting, Hipmi: Harus Diiringi Kemandirian IndustriDemi Gaet Investor Frontier, Indonesia Tawarkan Reformasi Fiskal dan Dua Hal Ini!
Bagi sebagian pelari, Yorun menjadi ajang untuk memperkuat semangat hidup sehat pascapandemi. Ada yang datang bersama komunitas, ada pula yang menjadikannya kegiatan akhir pekan bersama keluarga.
“Yang penting happy, bisa kumpul sama teman-teman lari, sambil refreshing,” ujar Nazar (30), peserta asal Lembang yang ikut kategori 5K.
“Saya suka banget konsepnya, enggak kaku kayak lomba atletik. Lebih ke fun run tapi tetap tertib dan profesional,” tambahnya.
Tingginya partisipasi masyarakat membuat penyelenggara mengaku kewalahan sekaligus bangga. Tahun ini, dari 6.000 slot yang disediakan, jumlah peserta menembus 6.500 orang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami tidak menyangka animonya sebesar ini. Pesertanya datang dari Bandung, Cimahi, Jakarta, Ciamis, Tasikmalaya, Cirebon, hingga Papua,” ujar Marketing Manager Yogya Group, Muhammad Irsyad Raspati.
“Bahkan saat pendaftaran dibuka, sempat crash karena 30 ribu orang mengakses situs bersamaan. Ini menunjukkan betapa besar minat masyarakat terhadap olahraga lari.” sambungnya
Irsyad menjelaskan, Yorun 2025 digelar selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 November, dengan rangkaian kegiatan bazar dan hiburan keluarga sebelum race day.
Baca Juga:Canangkan Angkutan Tambang Dibawa Kereta, Pemkab Bogor Sebut Agar Tak Bebani Jalan RayaPemerintah Klaim Angka Pengangguran Turun Signifikan pada Agustus 2025, Benarkah?
Menurutnya, lokasi di Kota Baru Parahyangan dipilih karena lebih kondusif dibanding pusat Kota Bandung yang padat lalu lintas.
“Kami ingin Yorun bukan sekadar lomba lari, tapi juga sarana rekreasi sehat untuk semua kalangan. Tahun depan kami akan berbenah agar pendaftaran dan pelaksanaan lebih maksimal,” ujarnya.
