Akibat kejadian tersebut, lebih dari 2.000 orang terdampak, terdiri dari pelajar, guru, hingga ibu hamil. Pemerintah daerah menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola program MBG agar benar-benar memenuhi prinsip keamanan pangan dan gizi seimbang.
“Kami ingin memastikan setiap makanan yang disajikan aman dan layak konsumsi, sehingga program ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan masalah,” pungkasnya. (Wit)
