JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jabar mendorong evaluasi gedung sekolah secara berkala. Itu merespon ambruknya atap SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (3/11).
Menurut Zaini, Pemprov mestinya bisa banyak belajar. Karena kejadian bangunan sekolah ambruk bukan kali pertama di Jawa Barat.
Bahkan belum lama ini, peristiwa serupa telah terjadi. “Ini kan seperti dua bulan lalu di SMKN 1 Cileungsi, ” terangnya.
Baca Juga:Ulang Tahun APSIFOR ke-18: Inspirasi Billy Martasandy untuk Generasi Psikolog MudaBuka Suara Isu OTT, Wawalkot Tegaskan hanya Sebagai Saksi
Pihaknya menyarankan agar evaluasi kondisi gedung sekolah itu dilakukan secara berkala. Tujuannya agar kejadian serupa tak terulang.
Jika sampai terjadi maka yang dirugikan adalah masyarakat. Apalagi kalau siswa menjadi korban.
Kejadian ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tetapi juga menjadi alarm penting tentang konsep sekolah aman yang belum sepenuhnya terwujud. Menurutnya, keamanan sekolah tidak cukup hanya tahan terhadap bencana alam seperti banjir, gempa, atau angin puting beliung, tetapi juga harus menyentuh aspek konstruksi dan kelayakan bangunan.
“Peristiwa itu jadi pelajaran penting. Evaluasi fisik gedung harus dilakukan secara rutin, ” katanya.
Politikus PPP itu mendorong agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk segera turun tangan menangani insiden tersebut. Ia menilai, kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur pendidikan.
Yang perlu cepat dilakukan adalah pemulihan. Sehingga proses pembelajaran tidak sampai terganggu. (son)
