Langit, Doa, dan Podium: Ketika Cinta Keluarga Jadi Energi Juara Pandu Jaya

Sukma Pandu Permana bersama istri dan anak-anaknya berpose usai meraih juara dalam lomba merpati
BERSWAFOTO: Sukma Pandu Permana bersama istri dan anak-anaknya berpose usai meraih juara dalam lomba merpati, belum lama ini. Dukungan keluarga menjadi sumber semangat utama di balik kesuksesannya mengibarkan Team Pandu Jaya di podium.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Setiap kali merpati andalannya dilepaskan ke udara, Sukma Pandu Permana tidak hanya melihat seekor burung yang menembus langit, ia melihat doa, harapan, dan cinta yang terbang bersama.

Bagi Bang Pandu–sapaan akran Sukma Pandu Permana, dunia permerpatian bukan sekadar hobi, tapi perjalanan panjang yang ditemani oleh doa istri, senyum anak, dan restu orang tua.

“Saya selalu percaya, kalau di rumah adem, rezeki di lapangan juga lancar,” ujarnya membuka kisah.

Baca Juga:Melangkah Bersama untuk Indonesia: Semangat Trisakti Bakal Menggema di BandungKorps Alumni KNPI Jabar: Pemuda Harus Jadi Pelaku Perubahan, Bukan Penonton!

Setiap kali hendak berangkat ke lapak lomba, Pandu tak pernah sendiri. Istri dan anaknya kerap ikut serta, menjadi penyemangat paling tulus di antara deru sayap merpati dan sorak penonton.

“Anak saya suka elus-elus merpati sebelum terbang, katanya biar burungnya terbang tinggi. Kalau menang, saya harus janji ajak jalan-jalan,” tuturnya sambil tersenyum.

Sang anak pun bahkan sering mengajak bicara burung peliharaan ayahnya sebelum terbang lomba. “Burungnya diajak ngobrol, disuruh jangan lupa pulang dan harus menang. Bagi saya itu doa dari hati yang paling murni,” kata dia.

Istrinya pun tak kalah perhatian. Setiap kali ia hendak berangkat, selalu mengingatkan agar tak lupa berdoa dan meminta restu orang tua. “Sebelum lomba, saya selalu datang ke rumah orang tua, minta doa. Kalau pulang bawa rezeki, biasanya saya ajak makan bareng di luar,” tuturnya.

Selain itu, dia pun meyakini, salah satu kunci rezekinya lancar adalah keterbukaan dalam keluarga. Ia tidak pernah menutupi penghasilannya dari hasil jual piyikan maupun hadiah juara.

“Kalau piyikan laku, saya selalu kasih uangnya ke istri. Saya bilang, ini hasil jual piyikan anaknya si ini. Begitu juga kalau menang lomba, amplopnya langsung saya kasih,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, dalam hobinya, ia tak pernah menggunakan uang orang tua atau istrinya. Semua ia hasilkan sendiri dari kerja keras dan ketekunannya di dunia permerpatian.

Baca Juga:"Dari Sahabat": Saat Puisi Menyatukan Pelajar Indonesia dan MalaysiaNekat Loncat dari Lantai Enam, Staf Tendik Universitas Widyatama Diduga Alami Tekanan Kerja

“Saya beli burung berapa pun, mau puluhan juta, mau ratusan juta, keluarga tahu. Karena saya terbuka. Insyaallah kalau kita terbuka, rezeki itu ngalir terus,” katanya mantap.

0 Komentar