“Kalau koperasi jalan sendiri-sendiri, mereka sulit bersaing. Misalnya, kebutuhan beras per koperasi satu ton, kalau dikumpulkan 68 koperasi bisa beli 68 ton sekaligus. Harga bisa lebih murah dan itu manfaat gotong royong yang nyata,” tambahnya.
Selain memperkuat koperasi dari sisi usaha, forum ini juga akan mempermudah koordinasi lintas sektor.
Bulog yang terkendala SDM, misalnya, dapat terbantu dalam distribusi bahan pangan melalui jejaring koperasi. Sementara bank daerah maupun pelaku usaha dapat berperan dalam pembiayaan dan rantai pasok usaha kecil.
Baca Juga:Pemkab Bandung Percepat Implementasi, 262 Kopdes Sudah Aktif BeroperasiKopdes Merah Putih Seperti Program Era Soeharto, Pakar: Meriah di awal, Mati Seiring Waktu
“Forum ini penting agar pemerintah punya mitra strategis dalam mendampingi koperasi. Saat ini banyak koperasi kesulitan bergerak karena belum ada dana cair. Nah, dengan sistem penyertaan modal bersama di forum ini, mereka bisa punya permodalan kolektif,” kata Syafei.
Rencananya, pembentukan forum akan dimatangkan dalam waktu dekat bersama Dinas Koperasi dan Forkopimda Kota Bogor. Pertemuan lanjutan dijadwalkan pekan depan untuk merumuskan bentuk kelembagaan dan mekanisme kerja forum.
Langkah kolaboratif ini pun diharapkan menjadi pondasi baru bagi penguatan ekonomi daerah, di mana koperasi tak lagi dipandang sekadar formalitas kelembagaan, tetapi sebagai kekuatan nyata yang menopang kesejahteraan warga Kota Bogor.
