Wacana Pemekaran Kabupaten Bandung Timur Kembali Menguat, Pernah Tersusul oleh KBB

Wacana Pemekaran Kabupaten Bandung Timur Kembali Menguat, Pernah Tersusul oleh KBB
Hiruk-pikuk aktivitas masyarakat di Jalan Raya Nagreg, wilayah Kecamatan Nagreg yang wacananya daerah ini masuk cakupan CDPOB Kabupaten Bandung Timur. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wacana pembentukan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Bandung Timur (KBT) kembali mencuat. Berbagai pihak kini terus mendorong agar rencana tersebut segera terealisasi setelah puluhan tahun hanya menjadi wacana.

Ketua Paguyuban Masyarakat Bandung Timur (PMBT), Atep Somantri, menegaskan bahwa pihaknya akan terus konsisten memperjuangkan realisasi KBT sebagai daerah otonomi baru.

“Hasil kajian KBT oleh pihak eksekutif Pemkab Bandung dan tim dari Universitas Padjajatan (Unpad) Bandung 2024 juga sudah ada,” katanya, Kamis (30/10).

Baca Juga:Bojan Hodak Sentil Eks Penerjemah Shin Tae-yong: Lebih Baik Fokus Jadi TranslatorVinicius Junior Minta Maaf, Tak Sebut Nama Xabi Alonso: Tanda Retaknya Hubungan di Real Madrid?

Menurutnya, hasil kajian terbaru menunjukkan adanya perubahan wilayah cakupan. Jika sebelumnya terdapat 15 kecamatan yang direncanakan masuk dalam wilayah KBT, kini jumlahnya berkurang menjadi 11 kecamatan.

Kesebelas kecamatan tersebut meliputi Ciparay, Pacet, Kertasari, Majalaya, Solokanjeruk, Ibun, Paseh, Cikancung, Cicalengka, Nagreg, dan Rancaekek.

“Untuk kecamatan yang rencananya akan dicalonkan sebagai ibu kota wilayah KBT, ada Solokanjeruk dengan ranking satu dan Rancaekek di ranking duanya,” ujar Atep.

Perjalanan Panjang Wacana Pemekaran

Jika menelusuri sejarah, pembahasan pemekaran wilayah Bandung Timur bukan hal baru. Pada 1 April 1906, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Kota Bandung sebagai Gemeente atau kotapraja. Hampir satu abad kemudian, tepatnya pada 21 Juni 2001, Kota Cimahi resmi berdiri sendiri.

Wacana pembentukan Kabupaten Bandung Timur mulai mencuat sejak 2005. Namun, kala itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung di Soreang lebih memprioritaskan pendirian Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang akhirnya resmi terbentuk pada 2007.

Dua tahun berselang, pada 2009, DPRD Kabupaten Bandung mengeluarkan Surat Rekomendasi Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kajian Pembentukan Kabupaten Bandung Timur. Surat itu berisi dorongan agar Pemkab segera mempersiapkan langkah pembentukan KBT.

Namun, rekomendasi tersebut tidak ditindaklanjuti oleh Bupati Bandung saat itu, Dadang Naser, sehingga wacana KBT kembali terhenti dan menggantung selama bertahun-tahun.

Baca Juga:Legenda Setan Merah Akui Salah, Bryan Mbeumo Ternyata Rekrutan Terbaik Manchester United!Gagal Lagi, Ronaldo Perpanjang Rekor Tanpa Trofi Bersama Al Nassr!

Wacana pemekaran wilayah ini sudah bergulir sejak masa kepemimpinan Obar Sobarna, yang menjabat dua periode sebagai Bupati Bandung. Isu serupa kemudian berlanjut di era Dadang Naser, tetapi tak kunjung terealisasi.

Bahkan di masa Bupati Dadang Supriatna yang kini memasuki tahun ketiga masa jabatannya, CDPOB KBT masih sebatas wacana.

0 Komentar