JABAR EKSPRES – Warga dikejutkan dengan munculnya awan hitam misterius yang turun di langit Subang, tepatnya di kampung Kondang, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi.
Gumpalan hitam tersebut menyebar ke persawahan hingga mendarat di permukiman.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24 Oktober 2025) itu sontak viral di media sosial setelah warga merekamnya.
Dalam video yang beredar luas, tampak awan hitam besar melayang di udara sebelum perlahan jatuh ke tanah.
Baca Juga:Kenapa Pembatalan Kelulusan PPPK Paruh Waktu 2024 Dilakukan? Ini Alasan BKNViral! Gara-Gara Tatapan Mata, Geng Motor Zestier Ngamuk dan Serang Gym di Bandung
Warga mengaku, saat disentuh, gumpalan itu terasa seperti busa lembut dan mengeluarkan aroma asam yang cukup menyengat.
“Kelihatannya kayak busa, tapi warnanya hitam. Terbang di udara, lalu ada yang jatuh tepat di depan warung saya,” ujar Agung Adami, salah satu warga setempat, Rabu (29/10).
Banyak warga menduga awan hitam itu parasut kecil atau limbah ringan yang terbang tertiup angin.
Namun, rasa penasaran makin besar setelah diketahui busa itu bisa hilang seketika saat disiram air.
Awan Hitam di Subang Diduga Berasal dari Pabrik
Agung menuturkan, fenomena seperti ini baru pertama kali terjadi di daerahnya. Beberapa warga menduga bahwa asal gumpalan hitam itu berasal dari salah satu pabrik terdekat.
“Katanya dari pabrik. Di sini ada dua yang paling dekat, satu pabrik gula cair dan satu lagi tepung. Tapi belum tahu pasti dari mana asalnya,” ungkapnya.
Sementara Upah (58), seorang petani, mengaku sempat melihat banyak gumpalan melayang di langit.
Baca Juga:PKP2 PKM 2025 Ditutup: 1.590 Proposal Didanai, 7.171 Mahasiswa Unjuk Kreativitas di Beragam Bidang IlmuNasDem Jabar Tebar Kepedulian di Hari Sumpah Pemuda, Kunjungi Panti Wreda Bandung
“Dikira parasut, ternyata kayak busa. Tapi saya enggak berani dekat, cuma lihat dari jauh,” ujarnya.
DLH Jawa Barat Turun Tangan
Kejadian ini langsung mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat.
Kepala DLH, Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup (PPLH) untuk menelusuri asal dan kandungan zat dari gumpalan misterius tersebut.
“Masih dalam tahap pemeriksaan. Tim kami sedang menelusuri lokasi untuk mengambil sampel dan memastikan sumbernya,” jelas Ai.
Hingga kini, DLH masih menunggu hasil analisis laboratorium sebelum memberikan kesimpulan resmi.
