JABAR EKSPRES – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menjadi tuan rumah kegiatan Penutupan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP2 PKM) 2025 sekaligus PKM Awards, yang digelar di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI, Kota Bandung, Minggu (26/10/2025).
Penutupan ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung sejak 19 hingga 26 Oktober 2025, diikuti ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Tahun ini, sebanyak 1.590 proposal PKM didanai dengan melibatkan 7.171 mahasiswa dari beragam bidang ilmu.
Baca Juga:NasDem Jabar Tebar Kepedulian di Hari Sumpah Pemuda, Kunjungi Panti Wreda BandungMorris dan Super Indo Gelar Aktivitas Fun Run, Ajak Masyarakat Bandung Terapkan Gaya Hidup Sehat
Tahapan PKM Berlanjut ke Pimnas 2025 di Unhas
Ketua Panitia PKM dari Belmawa, Jobih, S.A.P., menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan kali keempat PKP2 PKM dilaksanakan di perguruan tinggi.
ia menegaskan, tahapan ini bukanlah akhir dari perjalanan PKM.
“Kami berharap kegiatan PKM tidak hanya berhenti pada penilaian saja, namun dilanjutkan dengan upaya nyata membangun ekosistem kreativitas dan inovatif di lingkungan kampus, sebagai usaha kita mewujudkan mahasiswa yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter,” ujar Jobih.
Jobih menambahkan, setelah PKP2, proposal-proposal yang lolos akan dilombakan pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang dijadwalkan berlangsung pada 23–27 November di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
UPI Fasilitasi 42 Dosen Muda sebagai Host Penilaian
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menyampaikan bahwa PKP2 PKM merupakan kegiatan nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Ditjen Diktiristek Kemdikbudristek.
“Kami menyiapkan fasilitas, dan tidak kurang dari 42 dosen muda kami untuk menjadi host dan co-host selama berlangsungnya kegiatan penilaian PKM ini,” terang Prof. Yudi.
Selama sepekan, sebanyak 21 ruang penilaian daring aktif setiap hari sejak 20 hingga 24 Oktober 2025. Para mahasiswa memaparkan laporan kemajuan program di hadapan tim penilai nasional.
Prof. Yudi menilai, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, melainkan juga ruang kolaborasi akademik yang menumbuhkan budaya ilmiah dan solutif di kalangan mahasiswa Indonesia.
Baca Juga:Pertama di Bandung! Sushi Republic, Restoran Ayce Grill Shabu Sushi Harga TerjangkauBank BRI Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa Melalui Program Desa BRILiaN
“PKM bukan hanya mengasah potensi akademik dan non-akademik, tetapi juga melahirkan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia,” jelasnya.
