“Kondisi ini diperparah oleh lemahnya perlindungan terhadap ruang terbuka hijau dan kawasan lindung,” ucapnya.
Fariz mengungkapkan, ruang resapan dan sempadan sungai yang mestinya menjadi sistem penyangga ekologis, sekarang justru beralih fungsi menjadi kawasan parkir, kafe, atau bangunan komersil.
Oleh karena itu, tambah dia, dalam konteks perubahan iklim, intensitas hujan yang kian tinggi sangat berpotensi besar mempercepat akumulasi risiko timbulnya bencana.
Baca Juga:Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD KBB Bentuk TRC Tanggap Darurat BencanaAtasi Banjir di Perbatasan Bandung, Pemkot Gelar Siskamling Siaga Bencana
“Drainase yang tidak memadai dan tutupan vegetasi yang kian menurun membuat daya serap tanah anjlok drastis,” ungkap Fariz.
“Kombinasi ini menjadikan Cekungan Bandung semakin rentan terhadap terjadinya bencana banjir dan longsor setiap kali hujan lebat turun,” pungkasnya. (Bas)
