jABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar kembali mencatatkan hal positif terkait realisasi belanja daerah. Posisinya kembali teratas.
Itu berdasarkan realisasi per 17 Oktober 2025. Sebagaimana juga hasil rakor terbaru dengan Kemendagri. Dalam periode tersebut, realisasi belanja APBD 2025 Pemprov Jabar tembus di 66,29 persen.
Sementara realisasi pendapatan daerah per 17 Oktober 2025 berada di angka 73,34 persen, capain yang juga cukup tinggi.
Baca Juga:Belajar dan Mengabdi: Cara Intan Cahya Rachmat ASN Bandung Barat Mengucap Sumpah PemudaLaboratorium Ekonomi Pesisir, KKP Kembangkan Banda Neira Jadi Model Integrasi Laut dan Budaya
Hal senada juga tercatat pada periode 10 Agustus 2025 lalu, realisasi belanja sudah mencapai 52,08 pesen. Sementara realisasi pendapatan di angka 54 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Herman Suryatman menuturkan, hasil realisasi belanja daerah itu juga sekaligus menjadi bukti. Di mana, anggaran atau duit Pemprov Jabar tidak banyak diendapkan, tapi dibelanjakan untuk kepentingan publik.
“Jadi semakin menguatkan, tidak diendapkan,” katanya.
Herman melanjutkan, Pemprov Jabar juga terus berupaya untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar agar masyarakat sejahtera. Ada empat cara meningkatkan LPE, salah satunya dengan secepatnya menyerap APBD.
“Anggarannya tidak diendapkan, tetapi diputarkan untuk membiayai program pembangunan,” jelas Herman, Sabtu (25/10).
Menurut Herman, cara kedua untuk meningkatkan LPE yaitu dengan mendorong investasi, nilai investasi Jabar pada kuartal III 2025 tembus Rp 77,1 triliun.
Pemprov berupaya untuk ramah investor. Beberapa terobosan terus dilakukan, misalnya dengan mempercepat proses perizinan. Termasuk menjaga iklim industri dari aksi premanisme.
Sementara cara ketiga untuk meningkatkan LPE yaitu dengan mengupayakan agar tingkat konsumsi masyarakat naik. Hal itu diciptakan dengan cara mengendalikan inflasi.
“Inflasi Jabar 2,19 persen yang artinya terkendali,” bebernya.(son)
